ALZEICIA:15

359 10 0
                                        

"Alzeiron!" teriak Celsia dari kejauhan sambil berlari agar bisa dengan cepat menyamakan langkah kaki nya dan Alzeiron

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Alzeiron!" teriak Celsia dari kejauhan sambil berlari agar bisa dengan cepat menyamakan langkah kaki nya dan Alzeiron.

Begitu mendengar namanya dipanggil, Alzeiron langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Di sana, ia melihat Celsia berlari kecil ke arahnya dengan senyum lebar menghiasi wajahnya, sementara tangannya menggenggam sebuah kotak bekal berwarna biru cerah.

"Kamu langkah nya lebar banget sih." keluh Celsia dengan nafas yang tak teratur.

"Kenapa lagi, hmm?" tanya Alzeiron malas.

Gadis itu berdiri tegak setelah merasakan nafasnya sudah stabil kembali.

"Seperti biasa, kotak bekal buat bapak Alzeiron tercintah," ucap gadis itu sambil menyodorkan kotak bekal kearah Alzeiron.

"Tolong jangan di tolak, bapak, ini bukan aku yang masak kok tapi bundaku tercinta," kata Celsia saat melihat Alzeiron hendak berbicara,

"Bunda bilang harus di kasih ke kamu dan kamu harus makan sampai habis di depan aku! "lanjut nya

Alzeiron menerima bekal yang disodorkan Celsia lalu menatap gadis itu. "Nanti gue makan di kelas"

"Aku ikut!"

"Kita beda kelas."

"Enggak masalah aku ke kelas kamu, aku harus mastiin sendiri kamu yang makan bukan temen kamu," ucap Celsia sedikit menyindir. Biasanya kan bekal Celsia di kasih ke orang.

"Nyindir nih ceritanya."

Celsia tersenyum paksa kearah Alzeiron. "Enggak nyindir, tapi kan kenyataan nya gitu." Celsia menunduk dengan wajah murung.

Alzeiron menghela nafas lelah. Memang sih semua bekal Celsia yang makan temen nya, tapi kan dia ngelakuin itu supaya Celsia enggak berharap lebih.

"Ayo ikut. " Alzeiron menarik pergelangan tangan Celsia dengan lembut membuat gadis itu tersenyum ceria.

Alzeiron menarik gadis itu mendekat ke kelas nya.

"O-m-to-de-ji," kaget Rama saat melihat Alzeiron mendekat sambil menggenggam tangan Celsia.

"Enggak ada angin enggak ada badai, kok tiba-tiba gue ngeliat moment langka," ucap kaisan setelah Alzeiron duduk di bangkunya lalu Celsia duduk di samping laki-laki itu.

Kebetulan sekali, orang yang duduk di samping Alzeiron adalah Samudra. Tapi saat itu, Samudra tengah berpindah duduk di kursi lain yang diletakkan di meja milik Kaisan, jadi Celsia tak perlu mengusir siapa pun untuk bisa duduk di sebelah Alzeiron.

Dengan santainya, Samudra meletakkan kotak bekalnya di atas meja, membuat mata Kaisan langsung berbinar penuh harap. Tanpa basa-basi, ia pun meraih kotak makan milik Alzeiron begitu saja, seolah itu miliknya sendiri.

"Hari ini giliran gue yang makan nih," kata Kaisan.

Alzeiron yang melihat itu langsung merebut kembali kotak makannya membuat Kaisan menyeryit heran.

ALZEICIA(REVISI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang