ALZEICIA: 27

358 16 3
                                        


Hi guys jumpa lagi sama ALZEICIA

Sorry ya aku up nya lama banget, soal nya aku sibuk sama ujian.

Bagi pembaca gelap, aku ingatin sekali lagi ya, olahraga tangan nya, jangan mager'! Usahain buat Vote!

Ayo kunjungi tiktok aku @coklat nanas aku bakal bagiin spoiler setiap bab baru di sana

∆^∆

Alzeiron terbangun dengan teriakan nyaring yang menggema di seluruh ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alzeiron terbangun dengan teriakan nyaring yang menggema di seluruh ruangan. Dadanya naik-turun, napasnya terputus-putus seolah baru saja keluar dari mimpi buruk yang menyesakkan. Keringat dingin membasahi pelipis dan tengkuknya. Ia mengedarkan pandangan, berusaha mengenali sekeliling. Baru setelah beberapa detik, ia sadar-ia berada di kamarnya sendiri.

Ceklek.

Suara pintu terbuka membuat kepalanya menoleh cepat ke arah sumber suara.

Celsia muncul dari balik pintu, membawa nampan berisi segelas air dan sepiring makanan. Matanya langsung menangkap sosok Alzeiron yang terlihat kacau di ranjang.

"Al."

Celsia buru-buru meletakkan nampan di atas meja kecil di samping ranjang, lalu melangkah cepat mendekati Alzeiron. Namun sebelum sempat ia berkata apa pun, Alzeiron tiba-tiba menarik tubuhnya ke dalam pelukan.

Lengannya melingkar kuat di pinggang Celsia, mengejutkan gadis itu. Pelukannya begitu erat, nyaris membuat napasnya tercekat.

"Kamu kenapa?" tanya Celsia yang kini tengah mengelus lembut rambut Alzeiron.

"Wangi."

Pipi Celsia memanas, ia mengulum bibirnya menahan senyum. "Makan dulu yuk, aku udah masak," ujar Celsia dengan lembut.

Perlahan, Alzeiron melepas pelukannya, meski tampak enggan. Celsia tersenyum tipis, lalu menepuk lembut kepala Alzeiron.

"Anak baik," bisiknya hangat

Celsia mengambil semangkuk bubur yang tadi sudah ia siapkan. Sebenarnya ia sempat ingin memasak sesuatu yang lebih mengenyangkan, tapi saat teringat Alzeiron baru saja pingsan, ia langsung mengurungkan niat dan memilih membuat bubur hangat.

Padahal sebelumnya Alzeiron baik-baik saja. Tapi sejak Celsia menunjukkan jepit rambut merah itu, reaksinya berubah drastis-seperti seseorang yang dihantui ketakutan.

"Suapi."

Celsia dengan senang hati menyodorkan sesendok bubur ke depan mulut Alzeiron. Laki-laki itu menerimanya tanpa banyak kata, mengunyah dengan tenang. Suapan demi suapan terus mengalir, hingga tanpa terasa, sendokan terakhir pun masuk ke dalam mulutnya.

Gadis itu tersenyum tipis, meletakkan mangkuk kosong di atas nampan, lalu menyerahkan segelas air. Alzeiron meminumnya perlahan hingga habis. Setelah itu, Celsia mengambil kembali gelas kosongnya dan meletakkannya di samping mangkuk tadi.

ALZEICIA(REVISI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang