ALZEICIA: 29

304 19 6
                                        

Hai guys, udah lama ya👋🙂

Jumpa lagi sama Alzeicia

Jangan lupa Vote and Komen

Kalau ada typo tolong tandai ya

Kalau ada typo tolong tandai ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Flashback

Celsia berjalan dengan dua kresek jajanan di tangan. Jalanan sepi, matahari mulai tenggelam. Harusnya tadi ia pulang naik ojek.

Hawa di sekitarnya terasa aneh. Nalurinya berkata ada yang mengikuti. Ia melirik ke bayangan dan benar, ada dua sosok di belakangnya.

Panik, Celsia mempercepat langkah. Detak jantungnya ikut berlari. Tapi suara langkah kaki itu... tetap membuntuti.

"Ehh mau kemana!"

Tangannya di tarik oleh dua orang pria berbadan besar dan berperut buncit. Dua pria itu juga berkepala botak dan berkumis tebal.

"Lepasin!"

Celsia memberontak, belanjaannya jatuh berserakan. Ia gemetar, takut luar biasa. Tak ada satu pun orang di sekitar. Nafasnya memburu, tubuhnya panas-dingin.

"Mau kemana sih cantik? ayo bareng kita aja," ucap pria botak yang berada di sisi kirinya sambil mencolek dagunya.

"Najis! Tolong! Tolong!" Celsia berteriak keras. Ia memberontak apalagi saat dua pria itu mulai menyentuh wajah dan rambutnya.

"Jangan teriak. Enggak ada yang dengar neng, mending simpan suara cantik itu untuk kita," kata pria di sisi kanannya sambil mencium rambutnya.

Celsia semakin takut dibuat nya.

Pria bertampang preman itu menyeret Celsia yang terus memberontak. Namun tenaganya jelas tak sebanding. Tubuh mungilnya kalah jauh dari dua pria bertubuh besar itu. Ia terseret tanpa daya, matanya mencari pertolongan yang tak kunjung datang

"Anjir lepasin gue!"

Gadis itu tak menyerah. Ia berteriak meminta tolong saat kedua pria itu menyeretnya hendak masuk ke gang kecil.

Duk ...

Salah satu preman tiba-tiba terjatuh, mencium tanah. Celsia dan pria yang masih mencengkeram lengannya refleks menoleh ke belakang.

Di sana, berdiri seorang laki-laki bertubuh kekar, tinggi, dengan jaket kulit hitam, kalung rantai, dan celana jeans robek. Tatapannya tajam menusuk ke arah preman itu dingin dan mengancam.

"Sial! Lo siapa?" preman yang masih mencekal lengan Celsia berteriak keras.

Teman nya yang sempat mencium tanah itu bangun dan menatap nyalang laki-laki yang tampak masih sangat muda itu.

"Hehh bocah, lo mau ni cewek juga? Gas kita bagi-bagi," kata preman itu dengan nada tak ramah.

"Cih! Bajingan!"

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang