Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini, Celsia berangkat sekolah bersama Alzeiron, dibonceng dengan motor milik laki-laki itu. Sesampainya di sekolah, suasana parkiran masih lengang. Beberapa teman Alzeiron tampak santai duduk di atas motor mereka, mengobrol sembari menunggu bel masuk.
"Wih... langka ini moment." Rama mengeluarkan ponselnya dan menekan kamera.
"Rekam Ram!" titah Kaisan saat melihat Rama menekan kamera ponselnya dengan heboh.
"Iyalah harus di abadikan ini," ucap Rama lalu mulai merekam saat Celsia turun dari motor dan membuka helm lalu memberikan pada Alzeiron.
"Omo-omo sosweet banget." goda Samudra dengan nada suara yang dibuat-buat.
"Haduh kalau udah saling cinta aura nya beda ya," kata Kaisan membuat Celsia terkekeh.
"Morning kak, " sapa Celsia ramah.
"Morning Doi Al, " jawab mereka serentak.
"Momentnya langka banget ya pagi ini."
"Iya Kai, jarang-jarang kita lihat moment begini," jawab Samudra yang fokus melihat kearah Celsia yang tersenyum lebar.
"Ada yang jilat ludah sendiri kayaknya?" sindir Deiron dengan santai sambil melipat kedua tangan didepan dada.
"Gak jelas." ketus si tersindir.
"Jangan sinis-sinis lah, mentang-mentang udah jatuh cinta," sindir Rama membuat Alzeiron rasanya ingin menonjok wajahnya.
"Lo bisa diam enggak, Rama?" Tekan Alzeiron dengan tatapan tajam yang membuat nyali Rama menciut.
Sudah di bilang kan, tatapan Alzeiron itu menakutkan sekali.
"Gue diam!" Rama melipat bibirnya dalam-dalam setelah mendapat peringatan dari Alzeiron.
"Ngapain lo ciut sama? Lagian yang lo bilang juga enggak salah kok," sindir Derion yang dihadiahi tatapan tajam dari Alzeiron.
"Udah enggak usah di dengerin, mereka enggak waras,"ucap Alzerion dengan cepat.
"Aku suka dengerin nya. Katanya perkataan adalah doa, jadi semoga perkataan mereka tentang kamu yang udah jatuh cinta sama aku terkabul," ungkap Celsia membuat Rama dan Kaisan tersenyum penuh kemenangan karena gadis itu berada di pihak mereka.
"Makin love deh sama Doi Al, " ungkap Kaisan.
"Kok kamu gitu sih? Harusnya kamu ada di pihak aku dong. " protes Alzeiron.
"Aku-kamu?" gumam Rama shock.
"Lo pernah denger Alzeiron ngomong pakek nada itu?" Derion masih shock. Mereka langsung serentak menggeleng kan kepalanya.