38

258 19 14
                                        

Hi
Jumpa lagi sama Alzeicia.
Selamat tahun baru semua...
Semoga tahun ini Alzeicia bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Alzeiron berdiri tegak di depan rumah Celsia, tanpa niat untuk mengetuk pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alzeiron berdiri tegak di depan rumah Celsia, tanpa niat untuk mengetuk pintu. Meskipun penjaga rumah telah mengizinkannya masuk, ia tetap berdiri di halaman, termenung diam tatapan fokus ke depan.

Setelah beberapa menit berlalu, Alzeiron menghela nafas pelan, mengeluarkan ponsel dari saku celananya, dan menekan kontak Celsia. Ia menempelkan ponsel ke telinganya, menunggu jawaban dari gadis yang membuatnya uring-uringan berapa hari ini.

"Hallo."

Suara rendah gadis itu menyapa telinga nya. Alzeiron mengepalkan tangan mengumpulkan tekad.

"Kalau enggak ada kepentingan aku tutup!"

Suara gadis itu kembali terdengar selang beberapa detik. Alzeiron mengedipkan matanya, ah, ia sepertinya terlalu lama diam.

"Gue di depan."

"Di depan? Depan mana?"

Alzeiron menatap jendela kamar yang berada di lantai atas. Itu adalah kamar Celsia. Gadis itu pernah menunjukan kepadanya.

"Gue didepan rumah lo."

"Hah?"

Suara kaget gadis itu terdengar lemas.

"Gue tunggu disini sampek lo turun."

Tak  terdengar suara apapun selama beberapa detik. Alzeiron tegang, takut jika ia kembali di tolak.

"Pulang Al! Aku enggak akan turun," kata gadis itu membuat Alzeiron makin mengepalkan tangan nya.

"Gue enggak bakal pulang! Gue akan disini sampek lo turun!"

Alzeiron mematikan ponsel nya sebelum Celsia menjawab perkataan nya. Ia memandang keatas sekali lagi.

Lampu kamar gadis itu masih menyala, artinya gadis itu belum tidur.

"Selama ini lo yang nunggu kan Ci, sekarang gue yang bakal nunggu."

∆^∆

Celsia tak menghiraukan telfon Alzeiron, keadaan nya tak memungkinkan untuk keluar rumah. Infus terpasang di tangan nya membuat pergerakannya jadi sulit. Wajahnya pucat dan badannya lemas sekali.

Ia melirik jam yang berada di naskah. Sudah pukul 23.40 WIB. Terhitung sudah lima jam yang lalu Alzeiron menghubunginya.

Hujan lebat mengguyur bumi, disertai gemuruh petir. Alzeiron pasti sudah kembali ke rumahnya sejak tadi, menghindari hujan. Namun, pikirannya tetap tertuju pada Celsia, gadis yang membuat hatinya bergetar.

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang