Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alzeiron dan teman-teman seperjuangannya nongkrong di parkiran sekolah, duduk santai di atas motor masing-masing. Karena datang cukup pagi, mereka enggan langsung masuk ke kelas. Lagipula, duduk-duduk di parkiran terasa lebih menyenangkan. Angin pagi masih sejuk, dan siapa tahu ada pemandangan menarik lewat. Lumayan, sambil cuci mata.
"Eh, itu Doi lo Al. " tunjuk Rama saat Celsia memasuki gerbang sekolah.
"Doi Al." teriak Kaisan membuat gadis itu langsung menoleh menatapnya.
Celsia berjalan mendekati mereka dengan senyum yang terlukis indah di bibirnya.
"Selamat pagi, Al. "sapa Celsia setelah berdiri di hadapan Alzeiron.
"pagi."
"Al aja nih ya di sapa?" kata Rama dengan wajah murung.
Celsia terkekeh gemas dengan wajah murung Rama. "Hi kak Rama, kak kaisan, kak samudra dan kak Derion, selamat pagi. "sapa Celsia menyebut nama mereka satu persatu.
"Beli sapu di pinggir kali, mau kemana biar kita kawali. " tawar kaisan dengan senyum manis yang bisa membuat para kaum hawa meleleh.
"Tadinya mau ke kelas tapi karena di panggil jadi kesini dulu."
"Doi Al, gue mau nanyak," kata Kaisan lalu Celsia menggangguk mengiyakan.
"Kenapa lo manggil Al tanpa embel-embel 'kak' sedangkan Al lebih tua dari lo? Tapi kalau kita semua lo manggilya pakek 'kak' di depan nya." pertanyaan itu sudah lama ingin Kaisan tanyakan tapi ia lupa.
"Karena Al spesial. "Celsia melirik Alzeiron yang terlihat penasaran juga.
"Gue mau nya manggil Al langsung namanya tanpa ada embel-embel kak biar lebih romantis. Lagian kayaknya Al enggak masalah, makanya gue lanjut manggil dengan nama tanpa ada embel-embel kak. "
"Ihh, lo sosweet banget gue jadi iri." gemas Rama sambil menggoyangkan lengan Kaisan.
"Jijik sumpah, mengajuh lo ahli neraka! Lengan gue terlalu suci untuk lo yang kotor." hina Kaisan sambil menghempas kasar tangan Rama yang tadinya bergelantung di lengan nya.
"Dih sok suci lo! Lengan lo lebih kotor dari lengan gue ya! Minimal sebelum bilang buat orang itu ngaca dulu, butuh kaca lo biar gue beliin," kesal Rama.
"Dih sorry to sorry nih ya, lengan gue enggak sekotor lengan lo yang udah di gandeng banyak cewek," kata Kaisan.
"Bjir enggak banyak lo bilang, wah perlu disadarkan ni, lengan lo itu bahkan udah pernah di gigit sama pacar-pacar lo ya! " Rama mulai mengungkit kisah lama membuat Kaisan makin kesal.
"Sama-sama kotor aja belagu lo berdua! Enggak usah adu suci lo berdua, sadar diri sama-sama kotor aja ribut, " celetuk Derion sebelum kaisan kembali menjawab Rama.
Kaisan dan Rama melotot ke arah Derion sedangkan Celsia menggigit bibir nya menahan tawa.
"Jangan digigit bibir nya, ketawa aja jangan ditahan." tegur Alzeiron membuat mereka semua menatap Celsia.