Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kantong mata Alzeiron tampak menebal, serupa lingkar gelap pada panda. Semalam ia benar-benar tidak bisa tidur.
Ini adalah kali pertama ia menghina seorang gadis dengan begitu kasar. Bahkan kini ia sendiri merutuki mulutnya. Amarah itu masih ada, masih menyala, namun rasa bersalah pun ikut menghimpit dada sebab kata-kata yang ia lontarkan terlalu kejam untuk gadis yang selama ini begitu baik padanya.
Ia melangkah kedalam kelas lalu duduk di kursi nya dengan tenang. Rama, Derion, Kaisan, dan Samudra duduk berkumpul di meja nya sambil menatap bingung kearahnya.
"Kenapa lo? Kek orang kelilit utang." kata Rama saat melihat keadaan Alzeiron. Ia tadinya hendak mengucapkan 'selamat pagi' langsung mengurungkan niatnya karena tak selera melihat wajah Alzeiron.
"Beneran kelilit utang ya lo? Tapi kan lo kaya, kok bisa ngutang?" kata Kaisan bingung.
Walau Alzeiron sedikit bermasalah dengan ayahnya, namun, uang yang masuk ke rekening laki-laki itu begitu lancar.
"Lo kira Al sama kayak lo yang tukang ngutang sana-sini!" sindir Derion membuat Kaisan langsung menoleh kearahnya.
"Sembarangan mulut majaddah lo! Kalau mau fitnah, liat orang nya dong!"
"Dih, enggak salah kok gue, emang lo orang nya! Enggak fitnah juga, orang kenyataan nya begitu! Kalau gue itung utang lo di mpok Siti udah bisa beli motor sangking banyaknya." sindir Derion membuat Kaisan berdecak kesal.
"Malas gue sama lo! Bongkar terus semua rahasia gue. Lagian ya, gue lagi nyicil bayarnya, jadi lo jangan sekate-kate." ketus Kaisan. Walau ia sering berhutang tapi ia rajin bayarnya kok.
"Ini pembahasan nya kan lagi nanyak Alzeiron kenapa, kok malah lari ke utang piutang sih! " heran Samdura.
"Nih karena si Derion nih." tunjuk Kaisan dengan kesal.
"Gue lagi yang kenak."
"Emang lo bangsat."
"Cukup. Cukup Mas!" teriak Rama dramastis, "Selalu aja berantem capek adek dengar nya."
"Jadi ,Al, lo kenapa?" Rama kembali bertanya pada Alzeiron saat ia lihat suasana sudah tenang.
"Cerita monyet! Kita kan bestie lo, kali aja kita bisa kasih suran."
"Saran." koreksi Samudra.
"Iya maksudnya saran."
Alzeiron menghela nafas lemas. Ia menatap temannya. "Gue ngomong kasar, " kata Alzeiron.
"Lah si Monyet! Lo selalu ngomong kasar ya, sok iye lo ngomong kasar aja lemes." hina Derion. Alzeiron bukan sekali dia kali mengupat, sering!