Selamat hari raya idul fitri Mohon maaf lahir dan batin
Seperti biasa, jangan lupa vote and komen
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keringat sudah membanjiri pelipis Alzeiron. Laki-laki itu kembali memasukkan bola basket kedalam ring membuat Rama mendegus kesal.
"Udah! Capek gue, lagian tim Al udah pasti menang," ucap Rama sambil berjalan menuju Kaisan yang duduk santai di pinggir lapangan.
Wajar jika ia mengalah, lawan nya adalah Alzeiron dan Derion. Sehebat apapun dia dan Samudra bermain basket mereka tak akan bisa mengalahkan raja dari para raja basket. Kaisan sendiri sedang malas bermain dan memilih duduk menikmati piscok nya di pinggir lapangan.
"Sumpah capek banget." keluh Rama setelah duduk di samping Kaisan.
Yang lain juga berhenti bermain dan berjalan ke ujung lapangan tempat Kaisan dan Rama duduk.
"Minimal lo beli air lah buat kita," ucap Samudra dengan jengkel.
"Dih, ngapain gue beliin air buat kalian yang ada ngabisin duit gue aja! Tau sendiri kan sekarang jajan gue paspasan," jawab Kaisan lalu kembali mengunyah piscok nya.
"Begini nih ciri teman yang pelit, air mineral harganya goceng lo enggak mampu beli buat kita? Alasan lo enggak masuk logika," kata Samudra sedikit kesal. Harga air mineral kan enggak sampek bikin dompet kosong.
"Bercanda gue anjing! Mana mungkin enggak gue beliin air mineral buat para rakyat gue, " kekeh Kaisan lalu mengambil sekanton air mineral dari belangakng tubuhnya.
"Begitu dong, " kata Rama lalu langsung mengambil satu botol air dari kantong begitu pun yang lain.
Mereka meneguk minuman dengan rakus membuat Kaisan menggeleng heran. Ia kembali menikmati piscok nya sesekali Rama juga ikut mengambil piscok milik laki-laki itu.
"Uang jajan lo masih di potong?" tanya Rama saat melihat Kaisan yang biasanya membeli banyak jajanan kini hanya membeli piscok saja.
"Iya, sekarang jajan gue cuma delapan ratus ribu untuk satu bulan jadi gue harus serba hemat. "
"Delapan ratus untuk satu bulan? Lo ngapain sampek bokap lo ngasih uang jajan cuma segitu?" Rama sedikit terkejut, biasanya walau mengeluh uang jajan di potong Kaisan tetap bisa membeli barang yang mahal.
"Gue nampar mak Lampir," kata Kaisan dengan malas.
"Lo nampar nyokap lo?" teriak Rama terkejut.
Julukan 'Mak Lampir' diberikan oleh Kaisan untuk ibu tirinya yang bersikap layaknya ratu padahal hanyalah babu.