Kemungkinan Alzeicia bakal hiatus sementara. Soalnya, aku mau dihadapkan oleh ujian semester guys. Rencananya aku juga mau revisi semua bab karena aku rasa Alzeicia masih banyak kurang nya.
Jangan bosan baca Alzeicia guys. Pantau terus kelanjutan nya. Kalian juga bisa coment dan ngasih saran-saran untuk Alzeicia.
Trimakasih guyss...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alzeiron sudah berganti pakaian dengan kemeja milik mendiang ayah Celsia. Hangat teh buatan Art Celsia masih mengepul di cangkirnya, namun pikirannya sudah tak di sana. Ia menatap jendela yang diliputi gerimis dan tersenyum samar, mengingat pengakuan yang baru saja terucap. Beban di dadanya seolah menguap bersama uap teh itu.
Namun senyumnya memudar. Celsia belum juga turun sejak pamit berganti pakaian. Wajahnya saat tadi berpamitan begitu pucat. Ada sesuatu yang mengganjal, dan itu membuat Alzeiron tak tenang.
"Ci?"
Langkahnya langsung terangkat begitu melihat Celsia turun perlahan dari tangga. Terlihat lemah. Terlalu lemah.
"Kamu baik-baik aja?"tanyanya cepat, langkahnya menjemput gadis itu.
"Aku baik-baik aja," jawab Celsia dengan senyum tipis di bibir yang kehilangan warna.
Alzeiron mengernyit. Ia mendekat, lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi gadis itu. Panas. Sangat panas.
"Kamu demam," gumamnya, tak bisa menyembunyikan kepanikan dalam suaranya.
"Cuma demam biasa. Mungkin karena kehujanan tadi," jawab Celsia pelan.
Namun sebelum Alzeiron sempat menanggapi, matanya membelalak. Tetesan merah segar mengalir dari hidung gadis itu.
"Ci!"
Tangannya bergerak cepat, mengusap darah yang turun melewati bibir Celsia. Tapi darah itu terus mengalir, dan sebelum sempat ia berpikir, tubuh Celsia terhuyung ke arahnya.
Refleks, Alzeiron menahan tubuh itu, satu tangan memegang pegangan tangga, tangan lain melingkari pinggang Celsia.
"Ci... hey, bangun..."
Celsia tak merespons. Kepalanya bersandar lemah di dada Alzeiron. Panik mulai menjerat.
"BIBI!"
Suara Alzeiron membelah suara hujan yang kian deras.