[CLOSED REQUEST]
Alternative Universe [AU]
pokoknya kamu sama straykids.
•
•
•
ot.8
Disclaimer! : Cerita ini murni dari pikiran author. Dimohon untuk tidak plagiat atau copy-paste
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
note : chapter panjang dengan 3000 kata semoga kalian semua suka
-, Lelaki vs Lelaki
"Gak!"
"Tapi-"
"Enggak y/n! Kemarin kamu udah kesana, terus aja kamu kesana!"
"Tapi aku udah di tungguin!!"
"Abang bilang enggak ya enggak! Kecuali kalau di rumah baru boleh!"
"Tapi udah janjian sama Yeji, semuanya juga udah disana!!"
"Rumah Yeji itu jauh y/n, nanti bakalan sampai malem gimana? Lagian kenapa enggak di rumah aja?"
"Ya tapi kan udah janjian di rumah Yeji buat ngerjainnya."
"Coba jelasin kenapa sekarang harus kesana lagi?"
"Ya soalnya aku mau kerja kelompok!! Abang mau nilai aku jelek gara gara enggak ikut kerja kelompoknya? Gurunya galak!!"
"Kemarin Abang udah kasih izin kesana, sampai malam juga kamu disana? Kenapa coba harus kesana lagi? Terus yang kemarin sampai malam itu ngapain?"
Kamu mendengus kesal, kesabaran kamu udah tipis sekarang, belum lagi notifikasi grup dari handphone kamu yang terus terusan bunyi dan panggilan masuk dari Yeji ke nomor kamu sedari tadi.
Ditambah lagi lelaki di depan kamu itu terus saja mengungkit hari kemarin yang kamu ingat bukan untuk dipakai kerja kelompok.
"Ya buat kerja kelompok bang!! Kan kemarin aku main bukan kerja kelompok, gimana si-"
Kamu menghentikan ucapan mu begitu tersadar bahwa saat izin pergi kemarin, kamu bilang ada kerja kelompok untuk projek hari ini di rumah Yeji.
"Coba ulangi tadi bilang apa?" Suara Chris memelan dengan sorot matanya yang menajam.
Kamu kelimpungan, akibat kecerobohan mu kini kamu tau apa yang akan Abang kesayangan kamu itu lakukan.
"Kamu punya telinga, kan? Mulut kamu juga masih bisa di pakai? Kenapa diam? Ulangi yang kamu bilang tadi!"
Kamu menundukkan kepala, "Maaf." Kata kamu pelan.
"Ngomong yang bener. Kamu enggak bisu."
"Maaf bang." Kata kamu.
"Siapa yang suruh kamu minta maaf?" Tanya Chris dan bikin kamu makin tutup mulut.
"Tadi waktu protes suara kamu kenceng banget, giliran sekarang enggak ada suaranya sama sekali." Kata Chris. "Jelasin kemarin kemana!?" Lanjutnya.
Kamu menarik napas dalam sambil mengumpulkan keberanian buat jelasin kejadian hari kemarin. "Kemarin aku enggak kerja kelompok, aku malah main di cafe daerah rumah Yeji biar Abang percaya kalau aku kerja kelompok." Jelas kamu sama sekali enggak berani natap mata lelaki itu.