Bab 9

4K 278 54
                                    

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Hei kenapa kau malah melamun?" ucap gadis itu sambil melambaikan tangannya di hadapan Realyn.

Realyn tersadar dari lamunannya, menatap gadis itu, "Kau siapa?"

"Apa maksudmu? Apa kau sedang bercanda Ellyana? Ada apa denganmu." Ucap gadis itu heran.

"Maaf, aku sedikit kehilangan ingatanku, jadi aku tidak tau siapa kau," jawab Realyn jujur.

"Benarkah? Apa yang terjadi padamu sebenarnya? Lalu apa kau baik-baik saja sekarang?" Tanya gadis itu bertubi-tubi.

Realyn terkekeh kecil melihat raut khawatir pada gadis di depan itu, "Aku baik-baik saja, terima kasih sudah bertanya."

"Sudahlah, lebih baik kau ikut aku saja, nanti kita mengobrol banyak di sana." Mendengar ajakan gadis itu Realyn bersorak senang dalam hati.

Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju sebuah meja untuk mereka duduki, Realyn pikir mereka akan berdua saja. Namun, di sana sudah ada dua gadis lain yang melambaikan tangan ke arah mereka berdua.

"Nah, itu teman-temaku. Ayo!"

"Silakan duduk Ellyana," ujar gadis bergaun abu tadi menyuruhnya duduk di sebelah gadis bergaun biru.

"Perkenalkan ini temanku, nama nya—"

"Violet Asteria Orlando, panggil saja Vio. Aku putri bungsu dari Count Orlando. Senang berkenalan denganmu," ucap gadis bergaun biru cepat yang tak lain adalah Violet. Realyn menatap ukuran tangan gadis itu sebentar sebelum ia menerima uluran tangan itu.

"Namaku, Rea- ekhem! Maksudku Ellyana Jovanka Shavonne." Sial! Hampir saja ia salah bicara menyebutkan namanya lagi.

"Dan yang di sebelah Vio, dia— Seraphine Harley. Putri tunggal keluarga Marquess Harley." Jelas Vio lagi-lagi memotong ucapan gadis bergaun abu itu.

"Hey Vio! Kau ini? Kenapa dari tadi memotong ucapanku terus?!" Ujar nya kesal menatap garang teman nya.

Violet terkekeh kecil, "Aku hanya bercanda, minta maaf ya." Realyn yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil melihat pertengkaran kecil itu. Sementara Seraphine yang sedari tadi diam, ia hanya menghela napas nya sudah biasa melihat tingkah absurd kedua temannya itu.

Gadis bergaun abu tadi beralih menatap Realyn yang berada duduk di depannya. "Oh iya tadi kau bilang ingatanmu bermasalah kan? Jadi aku akan memperkenalkan diriku lagi, perkenalkan namaku, Iris Sylvia Daphne. Kau bisa memanggilku Iris, aku berasal dari bangsawan Duke juga sama sepertimu."

"Tapi aku penasaran, apa yang terjadi denganmu sampai kau kehilangan ingatanmu itu?" lanjut Iris terlanjur penasaran. Bahkan Violet dan Seraphine pun kini sudah ikut menatap Realyn karena ikut penasaran.

Second Life Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang