Tandai kalau ada typo
Happy Reading
☾︎──────°❀•°✮°•❀°──────☽︎
"Ellyana, perkenalkan ini Ailyn. Dia adalah seorang tabib muda yang sudah membantu menyembuhkan Kaisar, Ayahku."
Deg!
"Ailyn, jangan-jangan dia ..."
Ia ingat betul siapa gadis di depannya ini. Setelah sekian lama ia masuk ke dalam novel ini. Dan hari ini, sosok Ailyn muncul di hadapannya dengan alur cerita yang berbeda.
"Sejak kapan Ailyn jadi tabib? Bahkan di novel gak diceritain kalau Ailyn jadi tabib?" batin Realyn menatap lekat Ailyn
"Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Anda, Putri Ellyana." Ucap Ailyn menunduk sopan. Senyum ramahnya terpahat begitu sempurna di wajah cantiknya, wajar jika Hendrick di dalam novel begitu mencintai Ailyn.
Hendrick menatap keduanya bergantian. "Baiklah, aku harus pergi menemui Duke Shavonne sekarang. Ailyn, temani dia sebentar, ya?"
"Baik, Yang Mulia," jawab Ailyn sambil mengangguk.
Hendrick menatap Realyn sejenak, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi ia hanya tersenyum kecil dan melangkah pergi, meninggalkan dua gadis itu dalam keheningan yang mendadak canggung.
Setelah kepergian Hendrick, Ailyn melangkah mendekat, lalu duduk di kursi tempat Hendrick duduk sebelumnya.
"Saya lihat, Yang Mulia begitu peduli terhadap Anda. Bahkan Yang Mulia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjenguk Anda, Putri." Ailyn mencoba mencairkan suasana dengan memulai obrolannya.
Mendengar itu Realyn menaikkan sebelah alisnya, menurutnya Ailyn ini terlalu blak-blakan.
"Itu hanya pendapatmu saja, Yang Mulia memang sudah sering kemari," jawab Realyn mencoba setenang mungkin.
Ailyn hanya tersenyum, tampak tenang, "Maafkan saya jika terdengar lancang. Tapi, begitulah kesan yang saya tangkap. Lagipula, Yang Mulia bukanlah orang yang mudah meninggalkan tugas kekaisaran."
Realyn mendelik sinis mendengarnya, ia menyilangkan tangan di depan dada, sorot matanya tajam menatap Ailyn.
"Wajar jika dia menjengukku, kami berdua teman sejak kecil, apa urusannya denganmu?" delik Realyn tajam.
Ailyn yang ingin menjawab perkataan Realyn mengurungkan niatnya saat mendengar suara seseorang terlebih dulu dari belakangnya.
"Nona, ini saya membawa beberapa buah dan kue yang Anda minta," ucap Bia yang baru saja datang.
Melihat kehadiran Bia di sini, membuat Realyn bernafas lega. Sungguh, ia malas berbicara lebih jauh dengan Ailyn.
Menurutnya, gadis itu sedikit mencurigakan. Intinya ia harus waspada dengan Ailyn. Sebisa mungkin ia tak ingin berurusan dengan Ailyn lagi, karena gadis itu adalah salah satu penyebab kematian Ellyana di dalam novel.
"Taruh saja di meja sana," ucap Realyn menunjuk sebuah meja di dekat jendela.
Realyn beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju meja yang terdapat buah dan kue yang Bia bawa tadi. Ia menatap keluar jendela, membelakangi Ailyn dan Bia.
"Bia, tolong kau antar keluar tabib Ailyn dari kamarku. Aku ingin sendiri di sini," ucap Realyn bermaksud mengusir Ailyn dari kamarnya.
"Baik, Nona. Mari tabib Ailyn, saya akan mengantar Anda keluar," ucap Bia menunduk sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Life
Fantasía[Fantasy Kingdom Series] Realyn Tamara, seorang gadis berusia 22 tahun itu tidak menyangka akan masuk kedalam novel yang terakhir dibacanya, jiwanya masuk kedalam tubuh seorang tokoh utama yang sayangnya diakhir cerita dia akan mati di tangan orang...
