[Transmigrasi Series]
Realyn Tamara, seorang gadis berusia 22 tahun itu tidak menyangka akan masuk kedalam novel yang terakhir dibacanya, jiwanya masuk kedalam tubuh seorang tokoh utama yang sayangnya diakhir cerita dia akan mati di tangan orang yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Malam ini, Realyn hanya bisa berdiam diri di sebuah kamar yang ternyata kamar ini adalah kamar yang biasa Ellyana tempati jika sedang menginap di istana. Berteman sejak kecil dengan Putra Mahkota Hendrick membuat hubungan keluarga kekaisaran dengan Ellyana sangat dekat.
Setelah insiden memalukan di hadapan Putra Mahkota dan Ksatria Felix, Hendrick membawa Realyn ke kamar dan langsung memanggil Tabib istana untuk memeriksa gadis itu.
Beruntung hanya luka kecil, Dan Hendrick menyuruh gadis itu untuk beristirahat sampai tak memperbolehkan gadis itu untuk keluar dari kamarnya.
Realyn merasa sikap Hendrick terlalu berlebihan padanya, "Aku bosan— dan lapar." Ia mengusap perut ratanya yang sangat terasa lapar.
Yang dilakukan Realyn kini hanyalah duduk di kursi yang berada di balkon, kepalanya ia telungkup kan di meja sembari menatap langit malam yang penuh bintang-bintang.
Realyn ingin pulang, bukan pulang kekediaman Duke Shavonne melainkan pulang ke dunianya sendiri.
"Apa gue bisa balik lagi ke dunia gue?" gumamnya pelan.
"Kakak, Rea kangen." Menutup matanya sejenak saat merasakan angin alam menusuk wajahnya.
"Kau sedang apa di sini?"
Realyn membuka matanya lalu menegakkan badannya saat mendengar suara berat dari belakang. Ia menoleh dan melihat Hendrick kini berdiri di hadapannya dengan tatapan datar nya itu.
Realyn tak menjawab ia memalingkan wajahnya ke arah lain, ia masih malu dengan kejadian di mana ia terjatuh di hadapan pria itu, pasti sangat konyol dan memalukan.
Sementara Hendrick, ia tertegun melihat penampilan Ellyana yang berbeda tidak seperti biasanya.
Tampak gadis itu cantik dengan balutan gaun simpel berwarna cream dengan jubah hitam nya, dengan rambut panjangnya yang menjuntai se punggung gadis itu
Itu adalah kebiasaan Realyn di dunia asalnya yang tidak suka mengikat rambutnya ketika hendak tidur, agar tidak pusing dan mengganggu tidurnya.
Wajahnya pun terlihat natural tanpa polesan apapun. Jika itu Ellyana, gadis itu pasti akan berdandan sebelum bertemu Putra Mahkota.
Hendrick tersadar jika ia terpesona pada gadis itu, "Masuklah, aku membawa makanan untuk mu."
Mendengar kata makanan, matanya langsung berbinar-binar. Ia memang sangat lapar sekarang. Tanpa mau membalas ucapan Hendrick, ia langsung berjalan dan melewati pria itu begitu saja.
Tanpa memperdulikan Hendrick yang kini menatapnya, Realyn langsung memakan makanan yang dibawa pria itu. Saat ini makanan lah yang lebih penting dari pria itu.