[Transmigrasi Series]
Realyn Tamara, seorang gadis berusia 22 tahun itu tidak menyangka akan masuk kedalam novel yang terakhir dibacanya, jiwanya masuk kedalam tubuh seorang tokoh utama yang sayangnya diakhir cerita dia akan mati di tangan orang yan...
"Saya sudah merasa lebih baik Yang Mulia, lagi pula saya juga merasa sedikit bosan jika berdiam diri terus." Lanjut Realyn.
"Obatmu sudah kau minum?"
"Sudah Yang Mulia."
"Yang Mulia maaf jika saya tidak sopan, tadi saya tidak sengaja mendengar percakapan Lady Isabelle dan pelayan nya."
Hendrick menaikkan sebelah alisnya menunggu perkataan Realyn selanjutnya.
"Lady Isabelle bilang, jika Anda akan mengajak nya pergi kekaisaran Berovia untuk menggantikan saya."
Sudut bibirnya terangkat sedikit, Hendrick menangkap raut kesal dari wajah gadis itu.
"Jika benar, lalu kenapa?"
Realyn berdecak kesal, "Kalau begitu saya ingin pulang ke kediaman saya Yang Mulia."
"Lagi pula Anda kan akan pergi dengan Lady Isabelle, dan saya tidak ada urusan lagi dengan Anda di sini."
"Jadi saya akan pulang hari ini juga!" Final Realyn.
Hendrick mengetuk-ngetuk jari nya ke meja, "Tidak bisa, aku tidak mengizinkan mu." Ujar Hendrick sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Saya tidak butuh izin dari mu Yang Mulia, kenapa juga saya harus terus menerus di sini kalau Anda sudah mengajak Lady Isabelle untuk menggantikan saya." Cibir nya.
"Siapa bilang aku akan mengajaknya untuk menggantikan mu? Aku tidak pernah mengatakan itu."
"Dia sendiri yang menawarkan dirinya." Lanjut Hendrick.