Setelah kepergian layla devan benar-benar jadi sosok pria yang seperti dulu lagi, pendiam, pemarah dan pemberontak. Kepergian layla membuat devan kehilangan arah hidupnya layla di hidupnya seperti jalan hidupnya.
"Devan move-on layla pergi sudah dua tahun lamanya dan kamu harus move-on" ucap Junita.
Devan melirik mamahnya. "Tidak gampang seperti membalikkan telapak tangan" sahut devan dingin.
"Wanita jalang itu tidak pantas untuk kamu----"
"Terus pantas untuk daniel dan jovi? Kesalahan dua tahun yang lalu tidak sepenuhnya salah layla, mah" potong devan emosi.
"Terus kamu mau seperti ini terus? Anak kamu belum di kasih nama, dia sudah usia 2 tahun masa kita harus panggil dia sebutan La terus" ucap joni.
"Devan tidak akan memberikan nama pada anak devan sebelum layla kembali" kekeuh devan.
"Kam-----"
"SEANDAINYA MAMAH DAN PAPAH TIDAK BAWA DANIEL KE AUSTRALIA MUNGKIN LAYLA TIDAK AKAN PERGI DAN MENCARI DANIEL, MAH, PAH" Marah devan emosi.
"Kamu gila! Kamu mau adik kamu mati gara-gara tusukan di perutnya dan penyebabnya kamu sendiri, abang kandungnya sendiri hah?. Bukan kamu saja yang merasa kehilangan tapi mamah dan papah juga, apalagi daniel putra bungsu kami berdua" marah Junita.
Devan memijit pelipisnya. "Terus bagaimana kondisi daniel sekarang?" Tanya devan.
"Dia masih koma" jawab jovi yang sedari tadi hanya diam.
Devan menoleh menatap benci jovi. "Lo berprofesi dokter tapi lo enggak mau rawat pasien adik lo sendiri?. Lo malah di sini" ucap devan.
Jovi menatap devan. "Gue di sini cari layla-----"
"Stop cari istri orang jovi" marah joni memotong ucapan jovi. "Kamu benar-benar gila! Kenapa semua anak saya suka dengan satu perempuan yang sudah menikah?. Apa tidak ada Perempuan lain di dunia ini hah?" Kes Joni.
Jovi tidak menjawab pria itu langsung keluar rumah daripada ia harus mendengar ceramah yang tidak henti-hentinya.
***
Devan menatap anak kecil yang berusia dua tahun itu, anak yang tanpa nama dan tanpa keberadaan sosok ibu di hidupnya. Devan mengelus pipi anaknya lembut wajah yang sangat mirip dengan layla, mulai dari hidung, bibir, alis dan masih banyak lagi.
"Kamu pasti ingin melihat wajah asli mamah mu Ya?" Tanya devan walaupun ia tahu kalau anaknya tidak akan menjawab. "Papah kangen banget sama mamah kamu, papah tau kalau kesalahan mamah kamu kesalahan yang paling besar. Tapi cinta papah sama mamah kamu lebih besar" lirih devan meneteskan air matanya.
Anak kecil itu membuka matanya menatap devan. "Papahhh" panggil anak itu, sebut saja LA. Nama yang hanya dua huruf diambil dari dua huruf 'Layla'
Devan tersenyum tipis. "Apa sayang?" Tanya devan.
La menarik-narik hidung mancung devan persis seperti layla. "Papahh" panggilnya lagi.
Devan tersenyum tipis ia mengambil foto dari dompetnya. "Kamu mau tau wajah mamah kamu?" Tanya devan.
La mengangguk polos walaupun ia tidak tahu maksud devan.
Devan langsung menunjukkan foto layla yang sedang tersenyum sambil makan stroberi kesukaannya. "Ini mamah kamu namanya layla Yunita, dia sangat cantik seperti kamu" ucap devan menahan sesak di hatinya. "D-dia begitu cantik sampai papah jatuh cinta sejauh-jauhnya"
La menatap foto perempuan yang ditunjukkan devan. "Mamahh" gumam La.
Devan mengangguk. "Ya. Ini mamah kamu" ucap devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
background biru
Teen FictionLayla Yunita harus menikah dengan kakak pacarnya sendiri, atas paksaan kedua orangtuanya, pria yang tidak ia kenal. dan naasnya ia harus satu rumah dengan pacarnya, mantannya, dan suaminya sendiri. satu rumah tiga orang tiga rasa yang berbeda-beda. ...
