"Anak sialan, ingat ini baik-baik aku melahirkanmu karena aku pikir sikap Nathan akan berubah namun ternyata perkiraanku salah ternyata kau tidak berguna kau anak yang benar-benar tidak berguna aku sungguh muak bahkan ingin membunuhmu setiap kali melihat wajahmu JADI LENYAP SAYA KAU DARI HADAPANKUU ASKAAA!!!!!!!"
PLAKK
"SUNGGUH KATA YANG MENJIJIKAN!"
Wigela menampar sekuat tenaga, sungguh tidak habis pikir dengan apa yang dia dengar, sungguh kata-kata yang kejam untuk seorang anak yang tidak tahu apa-apa.
Desta menatap wanita yang berani menapar dirinya dengan murka, dia memegang pipinya yang tampak memanas. "Kau!"
"auntyy.. hikss sakitt auntyy"
Aska berlari menuju Wigela, dengan sigap Wigela memeluk Aska yang tampak ketakutan.
"tidak apa sayang, ada aunty disini" dia mengelus lembut punggung Aska.
"wow! sungguh hebat bukankah kau sangat ingin menjadi pahlawan nona? kemarin suamiku lalu sekarang anakku?! hebat sekali sangat hebat!!"
Wigela menatap tajam Desta, "apa kau pantas disebut ibu?" dia menggendong Aska, "perkataanmu sungguh menjijikan dan tidak bermoral untuk Aska, Aska hanya anak kecil yang tidak tahu menahu akan urusanmu dan suamimu, jika kau memiliki masalah dengan Nathan berbicaralah padanya!"
Desta terkekeh pelan, "siapa kau? kau hanya orang asing yang ingin sekali menjadi pahlawan di keluarga kami, kau tidak ada hak atas anak dan suamiku, Mau bagaimana perkataan dan cara mendidikku itu bukan urusanmu kau hanya orang asing!"
memang benar dia hanya orang asing, tapi Wigela tidak menerima akan perkataan Desta bahkan perlakuan kasarnya terhadap Aska, dia hanya anak kecil demi apapun Wigela sangat marah sekaligus sedih, mengapa mantan suaminya memiliki istri yang tidak bisa mendidik dan berkata baik pada anaknya.
"baiklah aku memang orang asing, tapi aku tidak terima dengan perlakuanmu pada Aska, jika mau apa aku perlu melaporkan mu tentang tindakan kekerasan pada anak? kau membuat psikis dan mental Aska hancur"
"kau banyak omong sekali ya? aku-"
"ada apa ini? mengapa berisik sekali"
semua orang tampak menoleh, Nathan tampak menuruni anak tangga dengan rambut hitamnya yang masih basah.
"Gela ada apa? kenapa kalian ada disini? dan kenapa Aska-"
"apa begini caramu membesarkan Aska dengan kekerasan? itu memang hak kalian tapi apa kalian tidak memikirkan bagaimana nantinya mental Aska?"
Nathan menatap Desta yang menatapnya dengan tajam, sepertinya dia paham. "apa yang kamu lakukan pada anakmu?"
Desta tersenyum miring, lihatlah tidak seperti biasanya, Nathan bahkan tidak peduli saat dirinya memarahi bahkan memukul tapi sekarang?
"ada apa denganmu Nath? kamu bahkan tidak peduli saat aku memukulnya kamu hanya diam tapi karna ucapan wanita itu untuk pertama kalinya kamu bertanya dan peduli? sebenarnya istrimu itu aku atau dia?"
Nathan berdecak, "Istriku hanya Gela, Wigela!"
semua orang terkejut bahkan kepala pelayan yang sedari tadi menunduk takut langsung menegakan kepalanya menatap majikanya,karena ini sudah menjadi masalah keluarga dia memberikan isyarat pada pelayan lainya untuk pergi meninggalkan mereka.
"NATHH!!!!!!"
Wigela menatap mantan suaminya dengan terkejut, apa semua orang disini gila? apa yang dipikirkan Nathan didepan istrinya.
"Atha, Aska kalian bisa keluar dulu?"
keduanya mengangguk lalu meninggalkan mereka bertiga.
"Desta sudah berapa kali aku bilang, aku hanya mencintai Wigela dan seterusnya begitu jangan salah paham dengan adanya Aska bukankah itu yang kamu inginkan?"
Desta menahan air matanya, sungguh dirinya tidak terima diperlakukan seperti ini, ini sungguh memalukan.
"aku muak dengan ucapanmu, Dari awal dan seterusnya aku dan hanya aku yang menjadi istrimu!"final nya.
setelahnya Desta meninggalkan Wigela dan Nathan, Wigela tampak terdiam sungguh dia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata. Nathan mendekat lalu dia memegang kedua bahu Wigela, "Gela"
Wigela menatap Nathan dengan sendu, sungguh dirinya sangat kebingungan, sejak kapan mantan suaminya itu mencintai dirinya, semasa menjadi istrinya dia hanya mendapatkan luka lantas dari mana cintanya itu, jika dia memang mencintai dirinya tentu saja Nathan tidak akan melukai perasaanya.
"Nath, aku membencimu!"
Wigela menepis tangan Nathan lalu meninggalkanya.
~
Wanita cantik itu tampak melamun diatas kursi goyang yang sedikit tampak tua, mata cantiknya menatap beberapa pohon yang tumbuh di belakang pekarangan rumah nya.
sesekali Wigela menutup matanya sambil menikmati angin yang bertiup kecil, kepalanya tampak tak henti memutar ulang kejadian kemarin, dia menghela nafas panjang.
"Kenapa takdir seperti ini?"dia membuka matanya, cahaya matahari yang mulai meredup terlihat.
sangat indah, indah sekali.
dirinya sungguh merindukan masa kecilnya bersama Regis, masa-masa dimana mereka tidak tahu akan kerasnya hidup dan takdir yang mereka bawa.
Wigela terkekeh pelan, sungguh lucu sekali tuhan memepermainkan takdirnya.
"mami"Wigela menatap putrinya dengan sendu, lalu tersenyum hangat "ada apa sayang? "
Agatha mengelus rambut Wigela dengan lembut, "mami jangan sedih lagi, Atha juga ikutan sedih"
Wigela tertawa, "Ahahah begitu rupanya, baiklah sayang maafkan mami"
Agatha tersenyum lalu memeluk sang ibu.
Wigela berharap waktu dapat terhenti dia hanya menginginkan ketenangan hidup berdua dengan putri kecilnya tanpa ada gangguan sedikit pun, namun apalah daya jika takdir yang berbicara.
"sayang kamu mau makan apa?"
Agatha menatap sang ibunda "apa saja Atha suka masakan mami"
Wigela tersenyum lembut dia mengelus kepala putrinya dengan sayang. "sayang jangan cepat besar dulu yaa" lalu dia mencium kening putrinya dan membawa masuk kedalam rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love My Twin
RandomKetika perasaan rasa cinta yang Regis miliki tumbuh menjadi obsesi, dan tanpa disangka sang ayah sudah menjodohkan adik Nya, Wigela kepada sang CEO tampan Bernama Nathan. Kisah cinta segitiga yang membingungkan, manakah yang akan Wigela pilih? Regis...
