Regisela :-) 10

1.1K 64 9
                                        

Please vote n komen

»»»

Langkah kakinya ia tuju memasuki rumah mewah dihadapannya dengan sedikit tergesa-gesa. Perintah sang ayah yang menginginkan dirinya agar pulang lebih awal membuat ia harus terburu-buru.

"Daddy?"

Tampak sang ayah tersenyum lembut kearahnya, pandangan nya menangkap objek lain dihadapan sang ayah.
Wigela tampak bingung lalu suara sang ayah menginstruksikan dirinya agar duduk.
"Kemari duduk dulu"

Wigela menurut dia mendudukan tubuhnya disamping sang ayah, " Tuan Yi ini putri ku Wigela-"

Sang ayah tampak menatap putrinya dengan errr- entahlah rautnya tampak tak terbaca " Wigela orang yang duduk dihadapan mu Tuan Yi pemilik Perusahaan YI'corp"

Wigela mengangguk demi tuhan dirinya sangat bingung dengan suasana sekarang, " Jadi?-"

Bibir sang ayah tampak tersenyum merekah binar diwajahnya menandakan betapa dia sangat senang.
"Tuan Yi menerima perjodohan yang ayah berikan"

Deg

Waktu seolah terhenti pandanganya menatap sang ayah tak percaya, dia baru berumur 18 tahun astaga kenapa harus membuat acara perjodohan segala macam.
Jantung Wigela terpacu dua kali lipat, bagaimana ini? Ingin menolak pasti sang ayah akan sangat marah.

Ingin mengiyakan Regis yang akan marah besar, apa yang dia harus pilih?
Tuhan tolong Wigela, mengapa dia harus dihadapkan dengan masalah yang bertubi-tubi dengan datang bersamaan.

Wigela menatap Pria dihadapan nya, bibirnya yang tampak menggoda, kening yang bertautan, rahang nya yang dipahat sempurna, kedua alis tebal dan sorot mata yang tajam. Hanya satu kata-

Tampan

"e-emm.."

Sedari tadi pria bersorot tajam itu terus menerus menatap Wigela, hingga membuat sang empu tampak gusar dan salting.
" kamu tau kan daddy benci penolakan"
Bisik sang ayah tepat ditelinga kanan Wigela, Sedangkan Wigela tampak menelan ludah nya bingung.

Dia harus menjawab apa? Tidak mungkin kan dia mengiyakan begitu saja, " A, kàn lái nǐ nǚ'ér bù tóngyì āi gélā dé xiānshēng de yìjiàn"

Wigela terdiam, ni orang ngomong apaan sih?
Sang ayah mengepalkan tangannya sejenak, rahangnya tampak mengeras dia mencoba menahan amarah.
"Sepertinya anda salah paham tuan Yi, putriku hanya tengah bingung saja dia masih anak-anak mohon dimaklumi"

" Wǒ xiǎng, dànshì āi gélā dé xiānshēng, wǒ bù jiēshòu nǐ nǚ'ér de jùjué."

Sang ayah tampak mengangguk pasti, Dapat dilihat bahwa jari jemari Wigela digenggam kuat oleh tangan kasar itu.
" Jangan menolak keputusan daddy! Ini semua demi kebaikan mu dan reputasi keluarga kita" bisiknya.

Wigela tampak menatap sang ayah memelas mencoba bernegosiasi, tapi dewi fortuna tampak tak memihaknya kali ini.
"T-Tuan Yi-"

Pria tampan itu menatap Wigela dengan raut wajah seolah bertanya'apa?'
"A-aku menyetujui perjodohan ini t-tapi-"
Salah satu Alis tebal itu tampak naik keatas, " katakan" suara baritone itu terdengar merdu sekali disetiap telinga yang mendengar.

My Love My TwinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang