"Jisung, jangan sampe ada yang tau kalo kita tinggal serumah!" Ujar Chenle kepada Jisung. Sekarang ke dua anak adam tersebut sedang berada di dalam perpustakaan.
"Kenapa?" Jisung menjawab tanpa melihat Chenle dirinya sekarang sedang fokus membaca buku.
Sedangkan Chenle terdiam, iya kenapa ya gak boleh ada yang tau? Masa dia harus bilang karena takut di bilang cinlok sama Jisung sih! Jisung kan kutu buku.
Meskipun di malam hari Jisung terlihat errr-
Plak
Chenle menampar pipinya sendiri fuck apa yang sedang dia pikirkan. Mengapa tiba tiba dia memikirkan Jisung yang tidak memakai kacamata! Yakali dia jadi kayak Haechan suka cowok.
"Kenapa?" Tanya Jisung yang merasa bingung karena Chenle mendadak menampar pipinya sendiri.
"Gak. Pokoknya gak boleh tau karena gua takut nanti ayah gua bakal ngancem lu. Kalo lu di ancem gua tinggal mana?"
"Kolong jembatan" Ucap Jisung tanpa dosa.
"Dih yakali. Jahat juga lu yah kutu buku"
Jisung hanya acuh tak acuh menanggapi ucapan Chenle. Sedangkan Chenle merasa kesal sendiri. Untuk menghilangkan kebosanan Chenle pergi ke rak tempat komik komik mengambil salah satu dari banyaknya komik yang ada.
Chenle langsung saja duduk di sebelah Jisung. Jisung sedikit melirik komik yang di baca oleh Chenle. Jisung baru sadar selain bawel dan toxic ternyata otak Chenle agak gak beres. Entah apa yang ada di dalam benak Chenle hingga baca komik tersebut.
Manga yaoi
"Ganggu" Chenle menoleh ketika mendengar kata tersebut.
"Dih serah gua, perpustakaan tempat umum!" Ucap Chenle dengan nyolot.
Jisung hanya diam dan kembali melanjutkan membaca bukunya. Terserah untuk Chenle yang ada di sebelahnya sekarang. Mau bagaimana pun Chenle tetap Chenle.
Dia akan tetap menjadi bocah berandalan yang tengil. Chenle baik di awal tapi lama lama sifat asli nya kembali keluar mana ngelunjak lagi.
"Jisung, lu tuh kenapa sih jarang ngomong?" Entah lah tapi mendadak Chenle ingin menanyakan hal ini.
Jisung yang di tanya hanya diam tidak ada niat ingin menjawab pertanyaan Chenle. Chenle yang di acuhkan pun merasa kesal.
"Jisung jawab anjing! Yaudah gua ganti pertanyaan nya. Kenapa tiap malem lu selalu bilang good night ke gua?" Tanya Chenle dengan raut wajah penuh kebingungan.
Sedangkan Jisung kembali hanya diam tidak menjawab. Kemudian Jisung menutup buku yang ia baca, sedikit membenarkan kacamata nya yang turun. Menatap bentar ke arah Chenle lalu menghela napas dengan kasar.
Jisung sedikit mengikis jarak di antara dia dan Chenle. Wajah Jisung pun kini telah berada tepat di samping telinga Chenle. Entah kenapa Chenle merasa gugup!
Tangan kanan Jisung terulur untuk menyelipkan rambut Chenle ke telinganya. Dengan lembut tangan tersebut menyelipkan rambut Chenle. Lalu Jisung membisikkan sesuatu ke telinga Chenle.
"Emang kenapa kalo aku bilang good night ke kamu?"
Chenle tidak menjawab pertanyaan yang Jisung berikan. Kenapa dia jadi gugup? Bangsat emang jantung ini.
Tangan Jisung kemudian mengambil komik yang ada di tangan Chenle. Menutup komik tersebut dan menaruhnya ke atas meja.
"Masih kecil jangan baca yang engga engga"
Lalu Jisung pun berdiri dan ingin mengembalikan buku yang dia baca sekalian bersama komik yang Chenle baca. Meninggalkan Chenle sendiri yang diam seperti patung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebangku||JICHEN||
Teen FictionJisung si kutu buku duduk sebangku dengan Chenle si berandalan. Warn⚠️ BXB|HOMO|GAY Jisung dom Chenle sub Lokal Cerita ini murni dari pemikiran otak saya yang sinyal nya E+ jadi mohon maaf bila ada kesamaan. Star:21122023
