Chenle merintis kesakitan saat kapas basah oleh alkohol tersebut mengusap luka di dahinya. Padahal Jisung sudah mengobati luka Chenle dengan begitu hati hati dan sabar.
"Anjing! Pelan pelan Jisung! Sakit nih" Ucap Chenle sambil berteriak dan menjauh dari Jisung.
Sedangkan Jisung hanya bisa menghela napas dengan kasar melihat kelakuan Chenle. Sudah hampir satu jam Jisung mengobati luka Chenle padahal luka milik nya belum sama sekali tersentuh obat.
"Udah di bilang jangan gerak gerak kalo lagi naik motor" Dengan sengaja Jisung menekan luka yang ada di dahi Chenle.
"AAAAAAA! Santai bangsat jangan di teken!" Chenle menjauh dari Jisung sambil melempar botol obat ke arah Jisung. Untung saja Jisung dapat menghindar sebelum botol tersebut melukai wajah tampannya.
Jisung menyelesaikan luka luka Chenle dengan menutupi semuanya dengan plester. Mulai dari dua luka di pipi, satu di dahi, luka di telapak tangan dan dengkul kaki. Semua tertutup dengan plester bergambarkan hello kitty.
"Gak ada yang gambar ultraman apa? Banci banget anjir gambar helo kiti!" Ucap Chenle saat berkaca di kamera ponsel nya.
"Cocok" Ucap Jisung yang sedang mengobati luka di tangannya.
"Ih gak cocok anjing! Eh kok yang lu polos plester nya!" Chenle langsung melayang kan protes saat melihat plester milik Jisung yang tidak bermotif apa pun.
"Jangan protes Chenle atau mau sekalian bibir kamu aku plester?" Tanya Jisung yang hanya mendapatkan jari tengah dari Chenle.
"G makasih!" Ucap Chenle sambil memberikan jari tengah lalu pergi menuju ke dapur untuk minum.
Tadi Chenle dan Jisung mengalami kecelakaan akibat Jisung kehilangan keseimbangan. Semua ini berawal dari Chenle yang mengejek Haechan dan Renjun yang kehabisan bensin sampai berakhir mendorong motor. Karena Haechan dan Renjun kesal di ejek Chenle akhirnya Renjun melempar sepatu ke arah Chenle namun sayangnya sepatu tersebut malah kena Jisung.
Akibatnya Jisung kehilangan keseimbangan membawa motornya karena sakit dan pusing di bagian kepala. Berakhir motor yang Jisung kendarai mengalami kecelakaan. Karena kejadian itu terpaksa motor Jisung kembali ke bengkel untuk di cat ulang. Karena body motornya lecet.
"Jisung! Kalo motor lu di bengkel kita sekolah pakek apa?" Tanya Chenle yang baru datang dari dapur membawa sebungkus cemilan.
Jisung memberikan ruang untuk Chenle duduk di samping nya. Lalu mulai menyalakan televisi. Tanpa menjawab pertanyaan yang tadi Chenle lontarkan. Lantas hal tersebut membuat Chenle merasa kesal.
"Woy anjing kalo di tanya jawab!" Chenle memukul Jisung dengan bantal sofa karena kesal tidak mendapatkan jawaban dari Jisung.
"Naik kuda" Jawab Jisung sambil bercanda. Dan hanya mendapatkan tatapan datar dari Chenle.
"Serius Jisung!" Ucap Chenle dengan kesal kepada Jisung. Jisung yang melihat pacarnya memancarkan tatapan marah lantas mengusap kepala Chenle dengan lembut.
"Kita naik bus buat sementara atau kamu mau naik sepeda?" Tanya Jisung kepada Chenle.
Chenle sedikit berpikir dengan jari telunjuk ada di dagu. Hal itu tidak luput dari Jisung yang memandang gemas ke arah pacarnya.
"Naik sepeda aja deh! Tapi gua yang di bonceng. Males gua kalo harus goes" Jisung hanya mengangguk menanggapi ucapan pacarnya.
Jisung mengubah posisi nya yang tadi duduk kini malah tiduran dengan kepala berada di atas paha Chenle. Bahkan Jisung menenggelamkan kepalanya di paha Chenle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebangku||JICHEN||
Fiksi RemajaJisung si kutu buku duduk sebangku dengan Chenle si berandalan. Warn⚠️ BXB|HOMO|GAY Jisung dom Chenle sub Lokal Cerita ini murni dari pemikiran otak saya yang sinyal nya E+ jadi mohon maaf bila ada kesamaan. Star:21122023
