14. Pergi Bersama

473 44 2
                                        

keesokan harinya sekitar 4 pagi, Wilona bangun lebih dulu dan langsung mandi dan bersiap untuk sholat subuh. Disusul Naren yang terbangun, ia berpapasan dengan Wilona yang baru selesai berwudhu dan wajahnya pun masih terlihat basah.

"Kamu mau sholat, wil?" Tanya Naren menatap Wilona.

Wilona mengangguk, ia masih malu perihal kemarin malam saat Naren memeluknya.

"mau sholat bareng?" Tanya Naren lagi sembari menggaruk tengkuknya, Wilona membulatkan matanya.

"ah maksud mas Naren bareng bareng sama yang lain juga" jelas Naren cepat, takut Wilona salah sangka.

"Boleh, aku bangunin cewe cewe trus mas bangunin cowo cowo" balas Wilona tersenyum kemudian berjalan menaiki tangga meninggalkan Naren.

Naren masih diam, terkejut melihat Wilona tersenyum setelahnya ia ikut menyusul ke atas untuk membangunkan teman temannya.

Setelah Wilona dan Naren membangunkan yang lain, akhirnya mereka sudah berkumpul dan sudah siap untuk sholat.

Yang menjadi imam adalah Naren, para perempuan juga sudah memakai mukena mereka masing masing.

Setelah Naren membaca niat diikuti yang lain, sholat pun di mulai.

Hingga akhirnya selesai, para perempuan sudah membereskan alat sholat mereka begitupun laki laki.

"Semuanya" panggil Wilona tiba tiba membuat yang lain mengalihkan atensinya.

"Kalian.." Wilona menjeda ucapannya sembari menghela nafas. "Kalian mau ikut ke surabaya? aku pikir bakal lebih seru disana kalau semuanya ikut.." sambung Wilona, yang lain membulatkan matanya terkejut.

"Kamu serius wil?" Tanya Haekal memastikan, Wilona mengangguk perlahan.

"ah kalau kalian ngga mau juga gapapa, aku ga maksa" ucap Wilona karna yang lain masih diam.

"gue ikut" Kanaya bersuara, yang lain menatapnya.

"mas juga ikut" Jendra menyahuti.

"mas ekal ikut, mau nemenin Ghea" ucap Haekal dengan cengiran.

"Kita mau nemenin Wilona, bukan gue" Ghea memukul lengan Haekal.

"Ya allah, iya nemenin wilo juga" balas Haekal sembari mengelus lengan nya yang panas akibat pukulan Ghea.

"Nina juga ikut!" Kini Nina yang bersuara.

Rendy menatap Nina kemudian tersenyum.

"Mas Rendy juga ikut" sahut Rendy masih dengan senyum.

Wilona tersenyum karna mereka semua ingin ikut, kemudian matanya beralih menatap Naren yang sedari tadi diam.

"Mas Naren, gmn?" Tanya Wilona, mata yang lain langsung beralih menatap Naren.

"lo ikut kan na?" Tanya Haekal.

"gue.." Naren menjeda ucapannya untuk berpikir, ia takut kalau ia hanya akan membuat Wilona tak nyaman jika ikut.

"jangan berpikir kalau aku bakal ngerasa ga nyaman kalau mas ikut, justru aku mau mas Naren ikut" ucap Wilona, seakan akan tau apa yang Naren pikirkan.

Mata Naren membulat, perlahan ia tersenyum.

"Mas Naren ikut" ucap Naren, Wilona ikut tersenyum.

Nina yang melihat hal itu sekarang sudah tak merasa cemburu lagi, justru ia bahagia karna kelihatannya Wilona mulai membuka hati untuk Naren.

Karna kini hati Nina sudah sepenuhnya untuk Rendy, Rendy berhasil meluluhkan hati Nina dengan cintanya.

"Yaudah, sekarang mending kalian packing nanti aku yang pesen tiketnya" ucap Wilona bangkit.

KOSTAN JANUARTA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang