Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

21. Oleh oleh

317 27 0
                                        

"Kal, mau beli oleh oleh apa?" Tanya Ghea menatap Haekal disampingnya.

Kini mereka tengah berada didepan toko oleh oleh, dan sebelum masuk mereka tengah berpikir apa yang harus mereka beli.

"Masuk dulu deh yuk? Biar sekalian liat liat dulu" ajak Haekal tersenyum pada Ghea dan diangguki oleh gadis itu.

"Bingung deh, menurut lo ini enak ga?" Tanya Ghea menunjuk salah satu makanan.

"Gatau, belum pernah makan. Tapi semua makanan pasti enak, Ghe" kekeh Haekal.

"Ya.. iya sih, eh tapi disana ada tester tuh cobain yuk?" Ajak Ghea menatap Haekal.

Haekal menatap kearah tester berada kemudian kembali menatap Ghea dengan senyuman.

"Boleh" Haekal menarik tangan Ghea menunju tempat tester berada.

Ghea berjalan dibelakang Haekal, menatap tangan kanannya digenggam begitu erat oleh Haekal. Ghea diam diam mengulum senyuman.

"Mau cobain yang mana?" Tanya Haekal melihat ada banyak tester disini.

"Bingung, banyak bgt" balas Ghea bingung.

Haekal kemudian mengambil salah satu tester makanan.

"Coba buka mulutnya" titah Haekal.

Ghea sedikit terkejut karna inisiatif Haekal yang ingin menyuapi dirinya, tapi perlahan dirinya membuka mulutnya menerima suapan dari Haekal.

Haekal sendiri sedikit gugup ketika jarinya mengenai bibir Ghea, tetapi ia tetap berusaha tenang.

"Gimana? Enak?" Tanya Haekal menatap Ghea.

Ghea mengangguk angguk.

"Enak! Kita beli ini ajaa" Jawab Ghea.

"Ngga mau coba yang lain? Masih banyak lho ini" Tanya Haekal memastikan.

"Ngga usah, kalo dicobain semua nanti kekenyangan. Apalagi nanti kita mau makan siang" ujar Ghea.

"Yaudah, mau beli berapa? 5 box cukup ga kira kira?" Tanya Haekal.

"Cukup kok segitu, yuk ke kasir" Ghea membawa 3 kotak tetapi Haekal langsung mengambilnya dari tangan Ghea.

"Biar gue aja yang bawa sekalian bayar, lo tunggu diluar gih" ucap Haekal pada Ghea.

"Jangan, nih pake uang gue aja" tolak Ghea.

"Ghea itu apaan?" Tanya Haekal menunjuk sesuatu dibelakang Ghea.

Ghea otomatis berbalik untuk melihat apa yang dimaksud Haekal, tapi dirinya tak melihat apapun. Saat dirinya berbalik untuk menatap Haekal, tetapi Haekal sudah tidak ada disana.

Ternyata Haekal pergi menuju kasir, sengaja membohongi Ghea agar gadis itu tidak memaksa menggunakan uangnya.

"Haekal bener bener deh.." Ghea menatap Haekal dari belakang, bergumam dengan senyuman.

Hingga mata keduanya bertemu ketika Haekal menoleh kearah Ghea, mata Haekal yang menyiratkan kehangatan dan cinta yang tulus membuat hati Ghea menghangat.

Ghea selalu berusaha untuk mencintai Haekal seperti Haekal yang begitu mencintainya, hingga akhirnya Ghea menyadari cintanya dengan Haekal setara walau seperti nya masih cinta Haekal yang lebih tinggi.

-

"Mas, Nina mau itu" Nina menunjuk sebuah truk es krim

"Yaudah ayo kesana" ajak Rendy tersenyum.

Nina tersenyum senang kemudian berlari lebih dulu menuju truk meninggalkan Rendy dibelakang.

Rendy menatap Nina dari belakang yang tengah memesan, Rendy bisa melihat wajah cantik Nina dari samping. Dirinya masih belum menyangka jika saat ini gadis yang selama ini ia cintai, kini menjadi miliknya.

KOSTAN JANUARTA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang