"maksud lo? lo pacaran sama gue karna nyari diri cewe lain di diri gue gitu?" Ghea mengerutkan keningnya, sedikit kesal dengan ucapan Haekal.
Haekal tertawa.
"Ghe, yang gue maksud itu nyokap gue.. dia cinta pertama gue, sifat lo mirip nyokap gue" kekeh Haekal, ia menatap wajah Ghea yang terlihat malu.
"Kalo ngomong jangan setengah setengah" Ghea memalingkan wajahnya kearah lain sembari menutupinya dengan selimut.
"Iya maaf, gue yang salah" Haekal menghela nafas sembari tersenyum kemudian tangan nya terulur mengelus kepala Ghea.
"Ghe.. kalo cinta pertama lo siapa?" Tanya Haekal.
"Ayah"
"Selain keluarga?"
"Kal"
"Kenapa?"
"Lo udah tau jawabannya, jangan nyari penyakit"
"Rendy ya?" Haekal masih mempertahankan senyumnya, Ghea kembali menoleh kearah Haekal.
"Gausah sok senyum gitu, gue tau lo kecewa karna bukan lo cinta pertama gue setelah ayah tapi kal.." Ghea menggantung kalimat terakhirnya, menatap Haekal dalam.
"Meski Rendy cinta pertama gue, lo akan jadi cinta terakhir gue" Haekal membulatkan matanya mendengar penuturan Ghea.
"Ghe?"
"Diem, gue ga akan ngulangin perkataan gue tadi cukup satu kali dan lain kali gausah cari penyakit dengan nanya nanya begituan" Ghea kemudian menarik Haekal masuk kedalam selimut membuat Haekal terkejut saat ditarik.
"Temenin gue tidur, gue percaya lo ga akan macem macem" Ghea memejamkan matanya sembari memeluk lengan Haekal, sedangkan laki laki itu masih membatu berada dipelukan.
"gue bahagia bgt bisa ngeliat sisi Ghea yang kaya gini, gue harap Ghea terus bersikap kaya gini terus tapi gue juga ngga mau kehilangan sosok Ghea yang suka marah marah ke gue.." batin Haekal, ia menoleh menatap Ghea yang sudah terlelap.
Tangan Haekal yang berada disisi lain bergerak mengelus kepala Ghea, dalam tidurnya gadis itu tersenyum membuat Haekal sedikit tertegun kemudian ia mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat kening Ghea.
"Ghe.. gue harap kita bisa terus kaya gini seterusnya, gue jatuh cinta sedalam ini sama lo cuma lo doang yang bikin gue selalu pengen ada disisi lo dan terus ngelindungin diri lo.." ucap Haekal pelan, kemudian tersenyum dan mulai ikut memejamkan mata untuk masuk ke alam mimpi.
-
"Jen kenapa lo tiba tiba kangen Kanaya sih?" gumam Jendra pada dirinya sendiri.
"Jen" tiba tiba seseorang menepuk pundaknya, saat ia menoleh ternyata Kanaya.
"N-nay? Sejak kapan disini?" Tanya Jendra panik, takut Kanaya mendengar ucapannya tadi.
"Baru aja" jawabnya, Jendra menghela nafas.
"Gue numpang makan disini ya meja lain udah penuh" ucap Kanaya yang membawa semangkuk mie ayam, ya mereka sedang berada di kantin saat ini.
"Iya" Jendra mengangguk sembari tersenyum, Kanaya pun makan setelah berdoa.
Tanpa Kanaya sadari Jendra melirik kearah Kanaya yang sedang makan, rambut panjang gadis itu sedikit mengganggu Kanaya makan membuat tangan Jendra bergerak menyisipkan rambut Kanaya kebelakang telinga membuat Kanaya menghentikan makannya dan menatap Jendra.
"Makasih.." Kanaya tersenyum lembut dengan pipi yang sedikit memerah, Jendra mengangguk dan ikut tersenyum.
"Jen" panggil Kanaya yang hendak kembali memakan makanannya, Jendra menengok.
KAMU SEDANG MEMBACA
KOSTAN JANUARTA
Storie d'Amore00L dream x aespa Kostan Januarta, kostan yang berada di kota Bandung dan berisikan 4 orang laki laki dan 4 orang perempuan.. mereka semua selalu menghabiskan waktu bersama setiap hari setelah pulang dari kuliah, mereka semakin dekat hingga sebuah p...
