25. Only Wilona, and always Wilona.

274 25 0
                                        

Malam hari tiba, Kanaya terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dan buru buru mengecek powerpoint kelompoknya.

Ia menghela nafas lega melihat tugas kelompoknya sudah diserahkan, jadi ia dan kelompoknya tinggal melakukan presentasi besok.

Kanaya memutuskan untuk mengganti pakaiannya, setelah itu turun untuk menyiapkan makan malam bersama yang lain. Setelah selesai ia keluar, dan tidak sengaja berpapasan dengan Alodie yang juga baru keluar.

"Eh mbak Kanaya, mau turun juga ya?" Alodie tersenyum menyapa.

"Iya nih, mau bikin makan malam sama yang lain" Kanaya membalas senyuman Alodie.

"Oh gitu, aku juga sama" balas Alodie lagi.

Kanaya hanya mengangguk, kemudian berjalan lebih dulu menuruni tangga. Dan setibanya di dapur, sudah ada Ghea, Wilona, Nina, Haekal, dan Naren.

"Lho? Udah mulai aja, kok ngga nungguin sih?" Tanya Kanaya.

"Kata Jendra, lo kecapean ngerjain tugas. Makanya kita pikir lo jangan banyak kegiatan biar bisa istirahat, Nay" balas Ghea.

"Ya ampun, gue juga kan pengen bantu"

"Yaudah yaudah, nih bantu gue potongin sayuran" Ghea tersenyum.

Kanaya mengangguk, kemudian segera membantu Ghea. Sedangkan Alodie sedari tadi malah memperhatikan Naren dan Wilona yang sedang asik mencuci beras.

Alodie diam diam mengepalkan tangannya, tapi Nina menyadari jika Alodie tengah cemburu melihat Naren dan Wilona. Membuat Nina mempunyai ide bagus untuk membuat Alodie semakin cemburu.

Nina yang kebetulan tengah berdiri tepat disamping Wilona, sengaja pura pura mendorong Wilona ke arah Naren. Membuat Naren dengan sigap langsung menahan tubuh Wilona.

Mata Alodie membulat terkejut melihat kejadian itu.

"Eh eh? Wilo ngga apa apa?" Tanya Haekal.

"Aduh mbak maaf ya, lantainya licin jadi ngga sengaja dorong mbak" ucap Nina menatap Wilona.

"Iya iya gapapa, lain kali hati hati ya. Jangan sampai jatuh" Wilona tersenyum.

"Yaudah wil, kalau itu udah selesai masukin ke rice cooker sana biar cepet mateng nasinya" Ghea tersenyum.

"Iya mbak" Wilona mengangguk.

"Udah biar mas Naren aja, mending kamu duduk sana di ruang tamu" ucap Naren.

"Tapi aku masih mau bantu" Wilona memelas.

"Udah mau selesai kok ini, Wil. Kamu duduk aja sana, bareng Nina" sahut Ghea.

"Aku juga nih mbak?" Tanya Nina memastikan.

Ghea mengangguk.

"Yaudah, ayo mbak kita keruang tamu! Let's go!" Nina menarik tangan Wilona pergi.

Tersisa lah Ghea, Kanaya, Alodie, Haekal, dan Naren.

"Yaudah, gue masukin ini dulu ya. Kalau butuh bantuan lagi bilang aja" ucap Naren.

Yang lain mengacungkan jempolnya. Dan baru saja Alodie akan mengikuti Naren, Haekal langsung mencegahnya.

"Eh eh mau kemana?" Tanya Haekal.

"Mau kedepan.."

"Bantuin dulu sini, tolong potongin wortelnya. Lo kan belum bantu apa apa, tolong ya" Haekal tersenyum dengan penuh paksaan.

"Oh.. oke" Alodie mengangguk, kemudian menggantikan Haekal memotong wortel.

"Ghe, aku ke depan dulu ya? Jendra sama Rendy daritadi belum balik balik dari warung" ucap Haekal meminta izin.

KOSTAN JANUARTA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang