Rendy dan Nina tidak kembali ke kamar mereka masing masing setelah makan malam usai. Keduanya memutuskan untuk duduk diruang tamu, untuk menghabiskan waktu berdua.
Sementara yang lain sibuk dengan kegiatannya masing masing dikamar mereka.
"Aku kaget banget liat mas tegas kaya tadi, keren banget!" Ucap Nina terkekeh sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"Pacar siapa dulu?" Tanya Rendy ikut terkekeh.
"Pacar Nina Ayudisha, gitu lho!"
Keduanya sama sama tertawa, hingga tak lama Nina melontarkan pertanyaan random kepada Rendy.
"Mas, kalau mas disuruh masuk ke ruangan cewe cewe cantik mau ngga?" Tanyanya.
Rendy diam sejenak, kemudian tersenyum.
"Masuk"
"Jadi mas mau ketemu cewe cewe lain?" Tanya Nina kembali sembari mengerutkan keningnya.
"Mas masuk buat ketemu kamu, karna kamu perempuan cantiknya" jelas Rendy.
Pipi Nina sedikit memerah, ia kemudian berdehem sebentar sebelum kembali bicara.
"Tapi aku ngga ada disana, gimana?"
"Ya berarti bukan ruangan perempuan cantik namanya kalau ngga ada kamunya, sayang"
Kali ini Nina tidak bisa menahan rasa salah tingkah nya sendiri. Pipinya memerah sempurna, membuat Rendy yang melihat hal itu tertawa kecil.
"Kamu yang nanya, kamu sendiri yang salah tingkah. Gimana sih?" Kekeh Rendy mengusak kepala Nina.
"Bisaan aja kamu jawabnya, hampir aja kalau kamu salah jawab aku gebukin" Nina memalingkan wajahnya.
Hal itu membuat Rendy kembali tertawa melihat tingkah menggemaskan pacarnya itu.
"Sekarang mas yang mau nanya"
Nina menoleh kearah Rendy.
"Apa?"
"Perasaan kamu sekarang, ke mas Rendy kaya gimana?" Tanya Rendy diiringi dengan senyum.
Nina tersenyum kecil mendengar pertanyaan Rendy.
"Suka. Ah ralat, bahkan lebih dari sekadar rasa suka. Aku.. bener bener jatuh cinta sama mas Rendy."
Ucapan Nina itu diiringi dengan senyum penuh ketulusan, dan pipinya yang merona merah. Ucapannya bukan kebohongan, karena dirinya benar benar sudah menjatuhkan hatinya kepada Rendy sepenuhnya.
Tanpa Rendy sadari, pipinya juga bersemu merah mendengar ucapan Nina barusan. Matanya juga sedikit berkaca kaca, karna.. perjuangannya selama ini tidak sia sia untuk mendapatkan pujaan hatinya.
"Terimakasih. Ucapan kamu barusan benar benar sangat berarti buat mas Rendy. Karena kamu adalah perempuan yang sangat cintai didunia ini setelah mama" balas Rendy.
Ia kemudian menangkup pipi gembul Nina, dan menatap Nina dengan tatapan penuh rasa sayang.
"Mas janji sama kamu, kalau mas ngga akan buat Nina sedih atau bahkan nangis. Karna mas akan selalu buat Nina bahagia, dan karna itu.. mas mau Nina selalu terbuka sama mas, jadikan mas Rendy sebagai rumah kamu. Ya?"
Nina kembali mengukir senyum, kemudian langsung memeluk Rendy dengan erat sembari menenggelamkan wajahnya pada dada Rendy.
"Iya. Mas juga harus janji sama aku, kalau mas juga akan terbuka dan ngga menyembunyikan apapun dari Nina" balas Nina pelan.
"Terus, mas juga harus jadiin Nina sebagai rumah mas Rendy. Mas bisa pulang ke aku kalau mas lagi ada masalah atau sesuatu yang buat mas Rendy sedih, aku akan dengerin semua cerita mas Rendy kapanpun itu" sambungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KOSTAN JANUARTA
Romance00L dream x aespa Kostan Januarta, kostan yang berada di kota Bandung dan berisikan 4 orang laki laki dan 4 orang perempuan.. mereka semua selalu menghabiskan waktu bersama setiap hari setelah pulang dari kuliah, mereka semakin dekat hingga sebuah p...
