Wilona pingsan setelah menangis dipelukan Naren, Kanaya tampak terkejut ketika melihat Naren menggendong Wilona.
"Na?! Wilona kenapa?!" Tanya Kanaya khawatir.
"Nay tenang tenang, Wilona pasti baik baik aja" ucap Jendra menenangkan Kanaya.
Naren membaringkan tubuh Wilona diatas kasur dengan hati hati.
"Nay, ada minyak kayu putih?" Tanya Naren, Kanaya mengangguk kemudian segera bangkit untuk mengambilkannya.
Setelah memberikannya pada Naren, dengan segera Naren mendekatkan minyak kayu putih itu dihidung Wilona.
"Ada apaan ini?" Tanya Rendy yang masuk bersama yang lain.
"Wilona kenapa?" Tanya Ghea khawatir.
"Wilona cuma pingsan, jangan khawatir dia pasti baik baik aja" jawab Jendra.
"mbak wilo kenapa bisa pingsan?" Tanya Nina.
"Mungkin kecapean.. bentar, Wilona belum makan apa apa ya malem ini?!" Tanya Naren memastikan.
"Astaga pantes aja dia cuma makan cake doang kan tadi, mag nya pasti kambuh! Gue bikinin bubur buat wilo dulu ya untung tadi kita belanja" Ghea buru buru berlari ke dapur.
"Gue bantu!" Kanaya ikut keluar menyusul Ghea.
"Astaga Wilona.." Haekal menghela nafas, bagaimana bisa padahal Wilona tau kalau dirinya memiliki penyakit mag tetapi malah tak makan apapun malam ini selain cake yang dibeli Wilona, saat direstoran sore tadi pun gadis itu hanya makan sedikit.
Mata Wilona perlahan terbuka, Wilona memegang perutnya yang terasa sakit.
"Jangan bangun dulu, mbak" ucap Nina mengingatkan.
"Tiduran aja dulu wil kalo masih sakit" timpal Rendy.
"kenapa kamu ga bilang kalau kamu belum makan?" Naren menatap Wilona khawatir.
Wilona memandang sekitar dan menangkap wajah Naren, ada Naren disana. Tanpa aba aba Wilona langsung menarik tengkuk Naren untuk ia peluk.
Yang lain tentu terkejut, begitu pun Nina yang sampai menutup mulutnya karna saking terkejutnya.
"maaf, maaf aku baru sadar sekarang kalau ternyata aku suka sama mas Naren" ucap Wilona, membuat mata Naren membulat.
ia tak salah dengar kan? Wilona benar benar menyukai dirinya? rasanya sulit dipercaya.
"maaf selama ini bersikap jahat sama mas Naren.. aku selalu tutup mata tentang itu, aku selalu menganggap kalau orang yang aku sukai itu mas Jendra.. maaf" Wilona kembali terisak, ia memeluk Naren dengan erat.
Jendra, Haekal, Rendy, dan Nina tentu terkejut tetapi disisi lain mereka bahagia karna akhirnya penantian Naren selama ini terbayarkan.
Tanpa mereka tau, Ghea dan Kanaya pun mendengar hal itu didepan kamar, Ghea dan Kanaya saling pandang kemudian tersenyum lembut.
"Tuhan punya cara tersendiri buat satuin kalian berdua" gumam Jendra pelan tetapi Haekal dan Rendy mendengarnya.
Haekal tersenyum, begitu pun Rendy, mereka senang akhirnya keinginan Naren tercapai.. ingin Wilona mencintainya.
"Gapapa, jangan minta maaf lagi, jangan minta nangis lagi.. terimakasih udah balas perasaan mas Naren" Naren tersenyum, tersenyum begitu lembut dan ikut memeluk Wilona penuh sayang.
-
Beberapa menit berlalu, Wilona sudah berhenti menangis dan kini sudah duduk karna harus makan.
"mau mbak Ghea yang suapin atau Naren?" tanya Ghea menggoda Wilona sembari terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
KOSTAN JANUARTA
Romance00L dream x aespa Kostan Januarta, kostan yang berada di kota Bandung dan berisikan 4 orang laki laki dan 4 orang perempuan.. mereka semua selalu menghabiskan waktu bersama setiap hari setelah pulang dari kuliah, mereka semakin dekat hingga sebuah p...
