Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

27. Haekal and His Love.

469 31 4
                                        

Ghea saat ini tengah pergi ke supermarket seorang diri, dirinya lupa jika besok adalah hari datang bulannya. Dan Ghea kehabisan stok pembalut di kamarnya.

Jadilah dirinya pergi sendiri ke supermarket, dan karna jaraknya tidak terlalu jauh ia memutuskan untuk pergi dengan berjalan kaki.

"Sekalian beli teh deh, tadi kayanya udah mau abis" Ghea berbicara sendiri.

Tapi tiba tiba saja dihadapannya muncul seorang pria berpakaian seperti preman, dan tampaknya preman itu tengah mabuk.

"Neng cantik mau kemana?~ sini aa anterin, atau mau ikut aa? Kita seneng seneng" preman itu tersenyum miring, kemudian berjalan menghampiri Ghea.

"Pergi!" Ucap Ghea mengerutkan keningnya.

Tapi preman itu tak mendengarkan ucapan Ghea, hingga preman itu berhasil memegang pergelangan tangan Ghea. Membuat gadis itu bergidik ketakutan.

"Lepas! Atau gue teriak" ucapnya berusaha melepaskan diri.

"Teriak aja neng, disini ngga ada orang" preman itu terkekeh, kemudian mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Ghea.

"Tolong! Tolong!" Ghea terus berteriak, dengan tubuhnya yang meronta ronta agar terlepas.

Tapi sayangnya kekuatannya tidak bisa mengalahkan kekuatan preman itu, membuat Ghea mengeluarkan air mata karna ketakutan. Dan saat preman itu akan mulai menjamah dan mencium Ghea, seseorang datang dan langsung meninju preman itu hingga terjatuh.

Ghea dengan tubuh gemetar, dan air mata yang masih mengucur. Ia berbalik untuk melihat siapa yang menolongnya, dan saat mengetahui siapa orang tersebut Ghea langsung membelalakkan matanya.

Orang itu adalah Haekal. Laki laki itu langsung memeluk Ghea untuk menenangkan gadis itu.

"It's okay, Ghea.. ada gue disini" ucapnya lembut.

Ghea langsung ikut memeluk Haekal dengan erat. Haekal memandang preman yang masih terbaring kesakitan dengan tatapan tajam.

"Aku takut, kal.." Ghea berucap pelan.

"Ngga apa apa, Ghe.. I'm here" Balas Haekal sembari mengecup kepala Ghea.

"Sialan! Wani pisan sia ka aing!" Preman itu perlahan bangkit.

Kemudian saat preman itu hendak meninju balik, Haekal buru buru menarik Ghea kebelakang tubuhnya agar tidak terluka.

BUK!

Tinju itu tepat mengenai wajah Haekal hingga sudut bibirnya sobek dan mengeluarkan darah. Tentu hal itu membuat Ghea terkejut bukan main, karna Haekal hampir jatuh jika tubuhnya tidak ditahan oleh Ghea.

"Haekal!" Ghea buru buru memastikan keadaan Haekal dengan perasaan khawatir.

"Sini, kamu ikut aa!" Preman itu kembali menarik tangan Ghea.

Tapi saat preman itu akan menarik Ghea, Haekal langsung memegang sebelah tangan Ghea.

"Lepasin tangan cewe gue!" Ucap Haekal menatap marah preman itu.

Tapi melihat preman itu yang tak kunjung melepaskan tangan Ghea, Haekal kembali meninju preman itu dibagian perut.

Saat preman itu sibuk kesakitan, Haekal langsung berlari dengan menarik tangan Ghea dengan segera.

Ghea menoleh sekilas kebelakang, melihat preman tadi masih sibuk merasakan sakit diperutnya yang ditinju oleh Haekal.

Kemudian ia kembali menatap kedepan, atau lebih tepatnya menatap punggung Haekal. Ia kemudian menatap tangannya yang digenggam begitu erat.

KOSTAN JANUARTA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang