15. Pertemuan itu

0 0 0
                                        

8 bulan berlalu, Kenanga tak lagi bekerja di perkebunan teh milik juragan Agus setelah mengundurkan diri secara baik-baik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

8 bulan berlalu, Kenanga tak lagi bekerja di perkebunan teh milik juragan Agus setelah mengundurkan diri secara baik-baik. Meski awalnya juragan Agus enggan melepaskan sosok pekerja keras seperti Kenanga, namun ia juga tak bisa memaksa jika Kenanga sudah tidak berkenan.

Selama itu juga Bapak menjalani fisioterapi dan terapi okupasi, didampingi oleh dokter ahli di bidang nya. Meski tak lagi bekerja sebagai pemetik teh, Kenanga tak tinggal diam terlebih ia harus membayar cicilan hutang kepada juragan Sulaiman.

Aisyah memberikan pekerjaan secara sukarela untuk Kenanga, bekerja di bagian pengemasan produk, bersama puluhan karyawan lain nya, Aisyah memiliki butik baju muslimah yang dipasarkan secara online maupun offline. Kantor dan gudang terletak di dekat rumah juragan Sulaiman, masih satu kawasan yang dibangun dalam satu tanah.

Akhir pekan kembali menyapa, Kenanga memiliki waktu libur tiga kali dalam seminggu dan mengambil hari jum'at sampai minggu, menyesuaikan dengan jadwal terapi Bapak.

Kini gadis bermata sendu itu sudah berada di dalam angkutan umum, menikmati perjalanan pulang dengan pikiran yang masih sama rumitnya seperti 8 bulan yang lalu.

Hari nya selalu dibayang-bayangi oleh pesan yang di kirimkan Sindi, meski Kenanga sangat penasaran dan ingin mencari tahu kebenaran nya, ia memilih untuk fokus pada satu tujuan terlebih dahulu, yaitu, kesembuhan Bapak.

Gaji Kenanga di kantor milik Aisyah lebih besar daripada gaji di perkebunan teh, karena Kenanga mengerjakan side job saat sore hari, yaitu sebagai guru les bahasa Inggris di sebuah tempat les yang letak nya tak jauh dari butik . Ia memang tak pernah mengenyam bangku universitas, namun Kenanga terkenal sebagai siswi berprestasi yang unggul dalam semua mata pelajaran, termasuk bahasa asing. Karena di sediakan asrama di tempat kerja, Kenanga hanya pulang ketika libur, biasanya ia akan pulang pada hari kamis sore, karena jadwal mengajar les hanya dari hari senin sampai rabu, hari selanjutnya di ganti oleh guru lain.

20 menit kemudian akhirnya kenanga sampai di Desa Sukaluyu, ia turun dari angkutan umum, membawa barang bawaan berupa kebutuhan bahan pokok, makanan lezat dan juga baju baru untuk keluarga. Kenanga baru saja menerima gaji ke 7 nya, sengaja ia belanjakan sebagian untuk menyenangkan Bapak, Emak dan Abah.

"Assalamualaikum.." Sapa Kenanga begitu sampai halaman rumah Abah, disana sudah ada Emak, Abah dan Bapak yang sedang berbincang di bale.

"Wa'allaikumsalam." Sahut penghuni rumah bambu tersebut.

Gadis itu berjalan lebih cepat, kedua tangan nya sibuk membawa belanjaan dalam jumlah banyak, Abah yang menyadari nya langsung menghampiri dan membantu Kenanga membawa sebagian bawaan nya.

"Abah, Emak dan Bapak sehat?" Kenanga menyalami orangtua nya dengan antusias.

"Alhamdulillah sehat, neng gimana kerjaan nya lancar?"

"Alhamdulillah lancar.." Kedua mata Kenanga berbinar saat melihat Bapak berdiri, lalu berjalan seraya berpegangan pada tongkat. "Ya Allah... Bapak? sudah bisa jalan? Alhamdulillah..."

Dua Arah (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang