"Apa dia mati? Seingat ku aku tidak membunuhnya." Gumam Mirei seraya menggerakkan kakinya untuk mengguncang pelan tubuh musuh nya yang kini terbaring tak sadarkan diri.
Oh ayolah, padahal Mirei hanya melampiaskan kekesalannya karena misi mendadak kelas A yang Tsunade berikan. Sirna sudah khayalan akan berendam dalam air panas juga tertidur di atas kasur empuknya kala tiba-tiba Tsunade memanggil nya dan terpaksa memberikan Mirei misi menangkap pembunuh berantai yang telah banyak memakan korban.
Padahal Mirei baru saja selesai dari tugasnya sebagai pengawas ujian Chunnin, dan bahkan permintaan cutinya ditolak!
Mirei mendengus lalu menatap malas karena kini, orang yang seharusnya ia tangkap malah tergeletak tak sadarkan diri setelah beberapa pukulan telak yang ia berikan sewaktu bertarung tadi.
Bahkan, musuhnya ini masih sempat-sempatnya mengarahkan pisau kepadanya yang semakin membuat mood Mirei menjadi sangat buruk. Tetapi untung saja Mirei masih mengingat misinya untuk membawa, bukan membunuh.
"Hah~ Menyebalkan!" Umpat Mirei seraya mengeluarkan gulungan yang biasa ia pakai untuk menyegel musuh atau lawan nya. Setelah musuhnya tersegel di dalam gulungan tersebut, Mirei menyimpan pada tas kecil ninja yang dililitkan di bagian pahanya. Lalu Mirei berbalik dan mengambil ranselnya.
Sudah dua hari ia pergi sejak misi mendadak ini diberikan. Mirei berjalan menghampiri hilir sungai untuk mencuci tangan serta wajahnya. Barulah setelah itu Mirei melompat pergi dari lokasi tersebut menuju Konoha.
...
"Ini laporan misi ku." Tanpa basa-basi, Mirei melangkah masuk kedalam kantor Hokage dan meletakkan gulungan yang berisi catatan tentang laporan misinya. Musuhnya tadi pun sudah ia serahkan pada kepolisian.
"Ternyata kau bisa menangani ini dengan cepat ya." Sambut Tsunade sembari membaca gulungan yang Mirei berikan.
Mirei hanya memutar kedua bola matanya malas lalu membaringkan tubuhnya dengan nikmat di kursi panjang yang berada di samping kanan meja kerja Tsunade.
"Apa aku bisa mendapatkan cuti, Tsunade?" Pertanyaan lirih itu keluar dari mulut Mirei.
Tsunade yang tengah membaca gulungan pun mengalihkan perhatian. Ia melihat Mirei yang tengah berbaring juga memejamkan mata dan kemudian berdehem "Belum, ada misi baru lagi untukmu."
Mirei berdecak. Apa wanita ini mau menyiksa nya?
Kemudian Mirei menghela nafas "Baiklah, tapi biarkan aku tidur sebentar."
Tsunade pun ikut menghela nafas. Ia ingin protes jika ruangan ini bukan untuk beristirahat tetapi apa boleh buat, ia mengerti Mirei pasti sangat lelah. Tsunade pun membiarkan Mirei untuk beristirahat sejenak.
...
Kini Mirei tengah berdiri dengan muka bantal setelah dibangunkan Tsunade dengan tidak elitnya. Membuat Asuma, Guy dan Kurenai menatap Mirei heran.
"Aku memiliki misi khusus untuk kalian." Tsunade membuka suaranya seraya menopangkan dagunya.
Seketika Mirei membuka matanya lebar "Apa?! Sudah mau dimulai?! Aku belum mandi!" Seru Mirei namun seketika menoleh pada tiga Jounin yang berdiri di samping nya "Eh? Mengapa ada Asuma-sensei, Kurenai-sensei dan Guy-sensei?"
Asuma menghela nafas, Kurenai tertawa kecil sementara Guy berseru seraya melambaikan tangan "Yo! Mirei! Lama tidak berjumpa!" Tak lupa dengan senyum gigi putih berkilau nya.
Sedangkan Tsunade memejamkan mata dengan perempatan siku-siku terlihat di wajahnya "Dengar!" Serunya yang membuat Mirei dan Guy berdiri dengan posisi siap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto Shipudden: Reise
FantasyInilah lanjutan kisah perjalanan hidupku. . . . SILAHKAN BACA SERIES REISE SEBELUMNYA JIKA TIDAK INGIN BINGUNG~
