Tenda-tenda sudah didirikan dan malam hari cerah berbintang pun tiba.
Mirei sedang terduduk diatas pohon dan baru saja tersadar dari lamunan ketika dirasa seseorang mengawasinya.
Mirei bersikap tenang lalu memejamkan mata dan sedetik kemudian sudah berada dibelakang seseorang berjubah hitam dengan kunai yang diarahkan Mirei pada orang itu.
"Siapa kau?" Tanya Mirei.
"Mirei." Panggil orang itu membuat Mirei terkejut.
"Gin...?" Ucap Mirei ragu dan Mirei merasakan tangan nya digenggam oleh orang yang ia panggil Gin itu.
Sosok itu menoleh, menatap Mirei dan tersenyum dengan mata merahnya yang menyala "Ya. Ini aku."
Mirei dengan segera mengambil kunai ditangan nya "Maaf! Aku tidak bermaksud--"
"Tidak apa. Aku mengerti." Sela Gin dengan satu tangan lain yang sudah melingkari pinggang Mirei.
"Aku mendengar Konoha diserang." Lanjut Gin menunduk menatap Mirei.
Mirei menatap Gin dengan lekat. Rambut merah yang sedikit acak-acakan, mata merahnya yang tajam dan bersinar dibawah pantulan cahaya bulan, wajah yang sedikit kotor seperti baru saja bertarung, luka pada bagian bawah matanya, tubuh tinggi, dan.. jubah Akatsuki?
Mata Mirei terbelalak "K-kau?! Mengapa..?!"
Namun Gin tidak menjawab dan menyeringai "Aku ingin menculik seseorang." Kemudian dengan cepat membawa Mirei dan mulai melompati pohon.
"A-apa?! Hei! Turunkan aku!" Pekik Mirei.
Gin mendengus melihat reaksi Mirei dan mempererat pegangan nya seakan tak membiarkan gadis di gendongan nya ini pergi "Diam lah atau kau akan terjatuh." Seketika membuat Mirei terdiam dengan wajah bertanya-tanya.
Dibawah ribuan bintang malam itu, dengan Gin yang membawa Mirei melompati pohon-pohon, rambut putih Mirei nampak bercahaya diterpa sinar bulan dan berkibar indah diikuti angin.
Ternyata Gin membawa Mirei keatas patung Hokage. Gin menurunkan Mirei dengan perlahan namun satu tangan nya tidak melepaskan pelukan nya pada pinggang Mirei.
Mirei mendongak menatap Gin "Kau tidak apa?"
Gin mengangguk singkat "Ya. Hanya masalah kecil." Jawabnya dengan pandangan yang tak pernah lepas dari Mirei.
Mirei menatap jubah Gin dengan sendu "Mengapa harus Akatsuki, Gin..? Tidak kah kau ingin pulang ke Konoha..?"
Gin terdiam sejenak "Apa kau percaya padaku, Mirei?"
Membuat Mirei mendongak lalu mengangguk "Ya, aku percaya padamu. Tapi Akatsuki..."
Gin menghela nafas "Dengar." Jeda sejenak sebelum Gin melanjutkan "Sasuke, aku dan tiga orang lain baru saja bergabung dengan Akatsuki. Dan kami baru mengetahui Akatsuki memburu Jinchuriki. Kami juga berhasil mengalahkan Hachibi."
Mirei terkesiap, seketika mendorong Gin namun tidak bisa karena Gin memeluk pinggang nya dengan kuat "Apa maumu? Kau ingin menculik--"
"Tidak. Aku tidak ingin menculik mu." Gin memotong ucapan Mirei lalu melanjutkan "Tidak ada yang mengetahui jika kau adalah Jinchuriki, Mirei. Mereka hanya mengetahui jika Naruto lah Jinchuriki itu."
Mata Mirei terbelalak, lalu pikirannya mengingat kembali saat kejadian di balik air terjun itu "Kau.. Jadi kau..."
"Ya. Itu aku. Aku mengetahui kau adalah Jinchuriki karena saat itu aku yang merawat mu, dan aku yang membawamu ke tempat persembunyian."
Mirei terdiam, masih tidak menyangka. Namun kemudian Mirei kembali berbicara "Lalu.. Kau mau apa? Orochimaru sudah mati dan kau sudah memiliki kekuatan. Tidak bisakah kau disini saja..?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto Shipudden: Reise
FantasyInilah lanjutan kisah perjalanan hidupku. . . . SILAHKAN BACA SERIES REISE SEBELUMNYA JIKA TIDAK INGIN BINGUNG~
