PRIA DENGAN MASA LALUNYA, WANITA DENGAN KETULUSANNYA. PERNIKAHAN YANG TAK PERNAH TERCATAT NAMUN SUATU HARI MEREKA HARUS BERLAYAR DALAM BAHTERA YANG SAMA.
sebuah tali takdir menautkan dua insan yang menarik, zahra seorang wanita cantik yang hidup di...
UDAH FOLLOW?, SUDAH?. SILAHKAN BACA VOTE DAN COMMENT-NYA DINANTI ;]
][~~~][
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
"ALVA!!! ALVA!!! ALVAREZ" di sisi bangunan kampus terdengar teriakan keras memanggil seseorang bernama alvarez yang tengah duduk tepat di bangku halaman kampus.
hembusan angin membawa gelombang suara menuju gendang telinga remaja berusia dua puluh dua tahun yang tengah duduk di taman itu bersama beberapa adik tingkat dan terlihat seperti sedang memberikan beberapa penjelasan terkait sebuah makalah yang disodorkan oleh adik tingkat kepadanya.
alvarez menoleh mencari sumber suara berasal, suara tak asing itu nampak memberikan visualisasi sosok sahabat karibnya, matanya masih mencari-cari asal muasal suara berada hingga sebuah gerakan tertangkap indra mata, tepat di lantai tiga seseorang melambaikan tangannya memancing penglihatan alvarez di halaman.
sedikit men-dangak se-permili detik alvarez memberi isyarat sebuah pertanyaan yang bila di-bahasakan cukup dipahami seperti 'ada apa?'. dan terlihat gerakan baru dari manusia di lantai tiga itu, ayunan tangan bermaksud untuk meminta alvarez segera naik ke kelas bertanda dosen sudah berada di kelas.
"ehhh, baik teman-teman, mungkin kakak cuma bisa bantu segini dulu, untuk keterangan lebih lanjut seandainya masih ada yang belum kalian pahami bisa kalian kabari lagi ya, sekarang kakak udah diburu jam kelas" lembut pria bernama alvarez itu.
"baik kak, sebelumnya makasih ya ka udah sempatin waktu ke kita-kita" jawab beberapa adik tingkat disana sebelum akhirnya alvarez beranjak dari tempat duduknya.
"duluan yaaa" sahut alvarez mulai bergegas.
"iyaa kaaa" jawab singkat para adik angkat yang bisa kita tebak mereka semua wanita.
mereka yang sudah cukup jauh ditinggal oleh alvarez terlihat seperti saling berbisik bahagia bisa dekat dengan sosok pangeran kampus. ali alvarez, pria humble dengan segudang kejeniusannya, sporty dan cukup greenflag siapapun berburu kesempatan untuk bisa dekat dengan alvarez.
satu anak tangga menuju anak tangga lainnya alvarez pijak menuju ruang kelas yang sialnya berada di lantai tiga, berangkat lebih awal tidak membuat ia bisa masuk kelas lebih awal, beberapa adik tingkat yang membuat janji dengannya membuat alvarez harus kembali bergelut dengan aroma ke-tergesah-gesahan.
masih dengan terburu-buru menuju kelas di tiap belokan atau sekedar anak tangga satu menuju anak tangga selanjutnya setiba berpapasan dengan mahasiswa atau mahasiswi lain mereka menyapa alvarez membuat alvarez juga harus menjaga kehangatan hubungan ia dengan mereka yang dengan senang hati menyapa dirinya.