(Zahratunisa)
sebuah kamar dengan wewangian kini terhirup begitu semerbak, dua insan dengan rasa canggung yang begitu hebat tengah bersanding cukup berjauhan Zahra masih dengan cadarnya dan menanti Alvarez untuk membuka dan melihatnya sendiri Namun.
Alvarez masih terdiam memandangi handphone-nya, seakan menanti kabar dari seseorang disudut kasur yang lain, Zahra masih mencoba untuk berbaik sangka dan tak memikirkan hal-hal aneh.
"mas, Zahra..." suara Zahra pecah dan menghilang begitu saja saat suara telepon Alvarez berdering.
Alvarez yang tidak menyadari suara Zahra barusan lebih mementingkan untuk mengangkat teleponnya, ia seperti seseorang yang tengah risau.
"Zahra, aku izin sebentar" Alvarez dengan terburu-buru keluar kamar dan mengangkat telepon, ia seperti menuju balkon.
Zahra tak berkata apa-apa hanya mengangguk kecil tanda ia mengiyakan.
beberapa waktu setelah Alvarez keluar. dalam hening di kamar itu Zahra merasa mulai haus dan ia pun hendak keluar kamar.
"iya, iya do, gua ke rumah sakit sekarang, tapi lu yakin kan Naura ga kenapa-kenapa" suara-suara kecil terdengar cukup jelas di luar pintu Zahra mendengar tanpa sengaja percakapan Alvarez dengan temannya perihal seorang wanita.
Zahra kembali duduk di ranjang seakan tidak mendengar apa-apa, dan membiarkan Alvarez masuk dengan tergesah-gesah.
"Zahra, aku pamit sebentar, kalau abi nanya Alvarez izin keluar sebentar" dengan gelagat yang begitu terburu-buru Alvarez mendekati Zahra dan menatap matanya tepat berhadap hadapan.
"baik mas" singkat Zahra dengan perasaan yang terenyuh.
'Mas mau kemana, ke rumah sakit, Naura siapa, selarut ini?' batin Zahra begitu banyak pertanyaan. namun perasaan lainnya mencoba menguatkan Zahra untuk tenang dan mempercayakan Alvarez sepenuhnya.
Zahra segera menuju meja riasnya dan meletakkan dan menghapus make up-nya, meletakkan kembali pernak-pernik yang ia kenakan, lagi lagi perasaan kecewa perlahan menjalar dalam hati Zahra, dengan persiapan yang secantik ini menurut Zahra tak sedikitpun membuat Alvarez meliriknya, atau bahkan mengatakan 'cantik'
'Zahra, Mas baru kehilangan bundanya, apa yang kamu pikirin astaghfirullah' sadar Zahra mengingat Alvarez memang baru ditinggalkan sang bunda.
'mas butuh kamu untuk nenangin dia, untuk sekarang kamu harus jadi wanita kuat, di lain hari Mas yang sudah kokoh pasti akan membaik' Zahra terus menguatkan perasaanya.
semua persiapan tidur kini sudah selesai dan Zahra beranjak menuju kasurnya, ia melihat sisi kasur yang lain dimana seharusnya Alvarez kini tengah berbaring disana.
"Mas, aku percaya kamu" lirih Zahra menarik selimutnya.
tuk! terdengar suara benda jatuh saat Zahra menarik selimut, Zahra pun beranjak dari kasur dan melihat sisi kasur yang lain, terlihat sebuah dompet yang terbuka lebar, dompet hitam yang nampak asing.
'dompet mas ketinggalan' batin Zahra.
degh!
terlihat di dalam dompet sebuah foto mesra Alvarez dengan seorang wanita. Zahra dengan cepat menutup dompet itu dan meletakkannya di saku jas yang sebelumnya Alvarez pakai lalu kembali berhambur menuju kasur.
hatinya begitu hancur malam itu. Zahra dengan air mata yang kembali menderas.
'mas, kamu, kamu ga sejahat itukan?' batin Zahra.
pria mana yang setelah akad meninggalkan istrinya demi wanita lain?, pria mana?. pria itu bernama Ali Alvarez.
(Ali Alvarez)
KAMU SEDANG MEMBACA
AM I YOUR ALI || TAMAT
RomancePRIA DENGAN MASA LALUNYA, WANITA DENGAN KETULUSANNYA. PERNIKAHAN YANG TAK PERNAH TERCATAT NAMUN SUATU HARI MEREKA HARUS BERLAYAR DALAM BAHTERA YANG SAMA. sebuah tali takdir menautkan dua insan yang menarik, zahra seorang wanita cantik yang hidup di...
