7. Luka pertama

58 40 1
                                        

Di pagi hari, suasana di tol begitu tenang dan sepi, seperti dunia baru terbangun dari mimpi. Matahari yang baru muncul menyoroti jalanan tol yang masih sepi dari keramaian kendaraan. Cahaya pagi yang lembut membelai pepohonan di pinggir jalan, menciptakan bayangan yang menari-nari di aspal yang masih basah oleh embun. Udara segar dan sejuk mengisi keheningan, membawa aroma tanah yang segar dan kehidupan yang baru dimulai. Suara gemuruh kendaraan yang melintas terdengar samar-samar, menambahkan kesan bahwa tol sedang menanti kedatangan pengguna jalan untuk memulai perjalanan hari mereka. Di kejauhan, langit memancarkan warna-warna indah yang mengawali pagi dengan keajaiban alamnya. Dalam ketenangan pagi yang masih suci ini, tol menjadi lintasan yang membawa harapan dan cita-cita bagi para pengemudi yang memulai perjalanan mereka ke destinasi yang belum terjamah.

"Bunda liatin bunda ada yang chatan terus sama ayang" ledek Alvarez melihat sang kakak yang sibuk dengan gadgetnya sekedar memberi kabar dan perbincangan ringan. 

"Apaan si de, ini lagi bicarain soal nanti resepsi gimana" Ucap Alfarabi mengelak ledekan Alvarez dengan wajah yang sedikit memerah.

bunda hanya tersenyum melihat kejahilan Alvarez pada kakaknya, suasana yang selalu dirindukan sang bunda untuk bersama anak-anaknya.

hari ini bunda, Alvarez dan Alfarabi hendak pergi menuju kampung halaman, kota Malang tanah kelahiran sang ayah dan tempat paman dan bibi tinggal. tujuan sebenarnya kesana sangat singkat, yaitu membagikan surat undangan sekaligus bersilaturahmi namun, mengingat tidak semua paman dan bibinya menggunakan gadget dan akan lebih terhormat mengundang mereka secara langsung sekaligus silaturahmi setelah sekian lama Alfarabi tidak di indonesia dan Alvarez tidak berkunjung ke malang bersama bunda.

(zahratunnisa)

[Ali] 07:00

ade, gimana kabarnya hari ini?.

[Zahra] 07:01

alhamdulillah baik mas, mas gimana kabarnya? katanya hari ini jadi ke Malang ya?

[Ali]

iyya, ini lagi perjalanan di tol, doain ya semoga selamat sampai tujuan

[Zahra]

Ma'a salamah Mas, semoga lancar sampai tujuan. tapi mas.

[Ali]

tapi kenapa de?.

[Zahra]

ini mas tidak sedang mengemudi kan?.

tanya Zahra cukup polos membuat Ali Alfarabi tersenyum kecil. 

[Ali]

ya ampun de Zahra, tenang ko, Mas tidak sedang mengemudikan mobil, kebetulan adik Ali mau mengemudikan mobil untuk berangkat nanti biar mas yang mengemudi saat pulang. 

[Zahra]

alhamdulillah, Zahra kira Mas bawa mobil sambil berkabar dengan zahra, itukan bahaya loh mas.

[Ali]

hehehe, iyya de tenang ko. insyaallah mas ga akan seceroboh itu, makasih sudah khawatirin mas.

[Zahra]

sama-sama mas, khawatir dan perhatian sama mas itu kan akan jadi kewajiban Zahra nanti.

[Ali]

Alhamdulillah, diperhatiin bidadari.

ketik Ali dengan perasaan canggung, baru kali ini ia ramah bahkan manis kepada wanita. sedangkan di sisi lain Zahra tengah terguling-guling membaca pesan dari Ali. hatinya berdegup kencang sangat bahagia. kali pertama ia mendapat perhatian dari pria dan dipuji oleh calon suami yang dua pekan lagi akan seatap dengannya.

AM I YOUR ALI || TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang