18. Rumah Mertua

42 27 0
                                        

Alvarez dan Zahra duduk di ruang tamu, di antara tumpukan bingkisan yang telah mereka siapkan untuk perjalanan ke rumah mertua mereka, yang juga merupakan pondok asuhan keluarga Zahra. Alvarez memakai pakaian koko agamisnya, sementara Zahra mengenakan abaya hitamnya yang elegan. Mereka tersenyum satu sama lain, penuh antusiasme menyambut perjalanan kecil mereka.

"ini bingkisan buat abi sama umi udah cukup?" tanya Alvarez sambil tersenyum lembut.

Zahra mengangguk, matanya berbinar penuh kebaikan. "Ya, mas. cukup ko, kalo berlebihan juga nanti abi marah hehe." jawab Zahra dengan lembut.

Perjalanan mereka diisi dengan tawa dan canda. Zahra merasa hangat saat Alvarez mengelus kepala dengan lembut, mengisyaratkan kasih sayang dan dukungan yang tak pernah pudar. Mereka berdua melupakan sejenak semua beban dan kekhawatiran, fokus pada momen-momen kecil yang mereka bagikan bersama.

Pondok pesantren milik ayah Zahra dan Alvarez, terletak di tengah hiruk pikuk perkotaan yang sibuk. Meskipun dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, pondok ini tetap menjadi oase kedamaian dan kebersamaan bagi siapa pun yang datang.

Bangunan utama pondok tersebut memiliki arsitektur tradisional yang kental, dengan atap genteng merah dan dinding bata yang kokoh. Teras luas di depan pondok dilengkapi dengan kursi-kursi kayu yang ramah, tempat para santri dan pengajar duduk bersama untuk berdiskusi atau sekadar menikmati udara segar.

Di belakang bangunan utama, terbentang halaman yang luas dengan lapangan berumput hijau yang digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga upacara keagamaan. Di sekitar halaman, terdapat pohon-pohon rindang yang memberikan naungan sejuk di bawah terik matahari kota.

Masjid kecil yang terletak di sudut halaman menjadi pusat aktivitas keagamaan di pondok ini. Dengan ukiran-ukiran kayu yang indah dan hiasan-hiasan yang khas, masjid ini menjadi tempat untuk melaksanakan salat lima waktu, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Di sepanjang sisi halaman, terdapat bangunan-bangunan kecil yang digunakan sebagai asrama untuk para santri. Bangunan-bangunan ini sederhana namun nyaman, dilengkapi dengan tempat tidur, lemari, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

Meskipun terletak di tengah perkotaan yang padat, pondok pesantren ini tetap mempertahankan nuansa spiritual dan tradisional yang khas. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang hangat menjadikan pondok ini bukan hanya tempat untuk belajar agama, tetapi juga rumah bagi para santri dan pengajar yang tinggal di dalamnya.

Alvarez dan Zahra tiba di depan rumah pondok pesantren Zahra dengan langkah mantap. Petang itu, meskipun tidak ada undangan khusus, mereka telah merencanakan kunjungan ini untuk bertemu dengan keluarga Zahra dan para santri. Alvarez membuka pintu mobil dengan penuh semangat, sementara Zahra tersenyum penuh kegembiraan.

"Wiiii sampai juga, sayang. Waktunya mengunjungi abi sama umi." antusias Alvarez mengundang senyum Zahra

"alhamdulillah, Mas. hmmm, Aku yakin mereka akan senang melihat kita." jawab Zahra

Mereka melangkah menuju rumah dengan langkah bersemangat, disambut oleh sorot mata hangat dari beberapa santri yang berada di sekitar. Tidak ada undangan resmi, namun kehadiran mereka di pondok pesantren Zahra selalu dinantikan dengan antusias oleh semua orang.

Dengan langkah ringan, mereka melintasi halaman rumah yang diterangi oleh cahaya petang yang redup. Suasana damai dan keteduhan mewarnai saat itu, menciptakan aura ketenangan yang melingkupi setiap sudut rumah. Alvarez dan Zahra merasa hangat oleh kebersamaan dan persaudaraan yang selalu terasa di rumah ini.

Tiba di depan pintu rumah, mereka saling bertatapan dengan senyum. Tanpa perlu memanggil, pintu terbuka lebar menyambut kedatangan mereka, mengungkapkan hangatnya sambutan dari keluarga Zahra. Dalam detik itu, mereka merasa benar-benar di rumah, siap untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang yang mereka cintai.

AM I YOUR ALI || TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang