15. hal manis pertama

30 23 0
                                        

(Ali Alvarez)

Di kampus yang ramai itu, Alvarez duduk di bangku taman dengan pikirannya melayang jauh. Dia menatap hampa ke kejauhan, membiarkan suara riuh rendah kampus meresap masuk ke dalam benaknya. Seberang sana, Edo, sahabatnya, sedang asyik menikmati hidangan di kantin, namun pikiran Alvarez begitu jauh darinya.

Alvarez, pria dengan senyuman tajam dan mata yang memancarkan kebingungan, masih terhanyut dalam konflik batin yang mengganggunya. Kehidupannya yang kini berada pada persimpangan jalan membuatnya tersesat dalam kegalauan. Dia telah menikahi Zahra, wanita yang dicintainya, tetapi bayang-bayang Naura, kekasih masa lalunya, masih terus menghantuinya.

Setiap kali dia memejamkan mata, wajah Naura muncul di benaknya, membawa kenangan manis mereka bersama. Dia merasa seperti terjebak di antara dua cinta yang tak bisa disatukan. Alvarez tahu bahwa keputusannya menikahi Zahra adalah yang terbaik, tetapi hatinya masih terbelah oleh kerinduan pada Naura.

Sementara itu, Edo melangkah keluar dari kantin dengan makanan di tangan, melihat Alvarez duduk sendiri di taman dengan ekspresi yang suram. Dia menghampiri temannya itu dengan langkah hati-hati, sadar akan beban yang membebani pikiran Alvarez.

"Ey, Al," sapa Edo, mencoba mengalihkan perhatian Alvarez dari lamunannya.

Alvarez mengangkat kepalanya, menyadari kehadiran Edo. Namun, senyum yang dia tunjukkan hanya tipis, tidak mampu menyembunyikan kegalauan yang menghantuinya.

Edo duduk di sebelahnya, memberikan pandangan penuh pengertian. "bre udahlah bre, mau sampe kapan lu begini terus? Kamu terlihat begitu terbebani."

Alvarez menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya mengungkapkan segala isi hatinya pada Edo. Dia bercerita tentang perasaannya yang terbagi antara cinta pada Zahra dan kerinduan pada Naura. Bagaimana setiap langkahnya selalu dipenuhi oleh bayangan masa lalu yang tak kunjung pudar.

Di tengah keramaian kantin kampus, Alvarez duduk bersama Edo, mencoba melupakan kegalauannya dengan berbincang-bincang. Namun, pandangannya terpaku pada sosok yang duduk di meja seberangnya. Sosok itu, dalam sekejap, membuat detak jantungnya berdegup lebih kencang.

Seorang mahasiswa perempuan, dengan rambut panjang dan senyuman yang mengingatkan Alvarez pada Naura, sedang asyik mengobrol dengan temannya. Meskipun tahu bahwa itu hanya kemiripan belaka, Alvarez merasa seperti dibawa ke alam sadar lain oleh sosok itu.

Edo menyadari perubahan ekspresi di wajah Alvarez. "Ada yang tidak beres, Al?"

Alvarez menggelengkan kepalanya, mencoba menyingkirkan bayangan Naura dari pikirannya. Namun, kehadiran perempuan itu begitu kuat, membuatnya sulit untuk berkonsentrasi.

"Maaf, Edo," kata Alvarez dengan suara rendah. "Gua bener-bener bingun, liat cewe yang mirip Naura aja gua langsung hilang fokus, secinta itu gua ama dia."

"Ayolah bre, lu udah punya istri sekarang, dan istri lu juga wanita yang baik ko, walau gua ga tau yang pasti dia selama ini ga memunculkan keluhan di mulut lu yang berarti dia cukup sempurna untuk menempati hati lu itu, ayolah" Ucap Edo dengan panjang lebar meminta Alvarez untuk memfokuskan hatinya dengan satu wanita.

"jadi gua harus gimana bre?" Tanya Alvarez.

"coba lu jadi diri lu sendiri dan lu lakukan hal-hal random lu sesekali untuk nyenengin istri lu, lu udah pernah ngobrol becanda sama istri lu?" tanya Edo.

"hmmmm, belum sih bre"

"astagaaaaaa lu ngapain aja dari kemarin, pokoknya pulang dari kampus lu bawain hadiah atau apapun itu buat istri lu" paksa Edo.

"apa yaaaa, gua ga tau kesukaan dia apa" polos Alvarez.

"udah lu beliin dia coklat atau manisan suprise buat dia anggap hadiah bahagia udah nemenin lu selama ini atau apalah pinter-pinter lu, biasanya lu lebih pinter soal beginian dari gua" jelas Edo.

AM I YOUR ALI || TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang