5. ali alvarez

100 59 6
                                        

"nakkk, nakkk" sebuah suara menggema di dalam rumah memanggil buah hati yang tengah bersiap-siap mengambil kunci mobil dan turun menuju lantai satu di rumahnya yang dua tingkat.

"iyaa bunnnn, Alvarez turun" jawab pria yang cukup dewasa itu namun tetap dipandang bayi oleh sang bunda.

"udah siap?" sang bunda menunggu di tepi tangga melihat Alvarez menuruni tangga dengan sigap.

"udah bunda cantiknya Alvarezzzz" goda Alvarez menenangkan hati sang bunda yang selalu kalut saat hendak bersiap-siap untuk keluar rumah jauh atau menyambut sebuah ceremony lainnya.

"ishhh anak bujang lama banget siap-siapnya. itu jemput kakak kamu kasian nanti nunggu di bandara" ucap bunda sambil melihat jam menunjukkan pukul enam pagi sedangkan sang kakak diperkirakan datang pukul delapan pagi. 

bunda memang seni terindah dunia, menciptakan waktunya sendiri untuk mempersiapkan yang terbaik untuk buah hatinya. wanita dengan kebohongan paling menyenangkan, membangunkan pukul lima sembari teriak pukul tujuh lewat. wanita lemah dengan segala kekuatan dan kehebatannya.  

Alvarez menatap permata hatinya dengan senyum yang begitu sejuk.

"yuk berangkat, kasian kaka nunggu di awan, hehe" canda Alvarez mengingat sang kakak masih berada ribuan kilometer dari permukaan bumi.

"ish kamu, yaudah ayuk"  ucap bunda berhambur ke mobil setelah Alvarez membuka kunci mobil.

bandara Soekarno Hatta. 

Pagi merayap perlahan di langit Jakarta, mengusik kantuk warga ibu kota yang sedang terjaga. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seakan menyambut sang fajar dengan keriuhan dan kegaduhan yang khas. Suara langkah kaki penumpang yang menggeliat di lantai marmer mengisi ruang dengan ritme yang tak kenal lelah. Para penjelajah pagi, dengan wajah-wajah yang masih dibayangi keletihan, berdatangan ke terminal dengan berbagai cerita yang tersimpan dalam benak mereka.

Aroma kopi yang menggoda bercampur dengan bau harum roti bakar dari kedai-kedai di sekitar, menarik perhatian mereka yang merindukan sentuhan pertama kafein pagi. Di sudut-sudut, para pekerja bandara sibuk dengan tugas-tugas mereka; petugas kebersihan membersihkan setiap sudut, petugas keamanan memeriksa setiap barang bawaan dengan teliti, sementara pramugari dan pramugara sibuk mempersiapkan pesawat untuk penerbangan selanjutnya.

Namun di antara keramaian itu, ada juga suasana hening yang mengalun lembut di udara. Seperti detik-detik sebelum awal yang baru, saat semua masih terpaku dalam harapan dan impian. Para penumpang duduk bersandar di kursi tunggu, memperhatikan dengan seksama setiap pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara. Dan di balik jendela, sinar mentari pagi mulai merayap masuk, menerangi landasan pacu yang menanti pesawat untuk melayang ke angkasa. 

di bangku itu Alvarez sesekali membuka ponselnya, menunggu kabar sang kakak setelah sarapan bersama bunda di sebuah restoran bandara. pesan-pesan kecil juga timbul pagi itu dari sang pujaan hati.

[Naura] 07:00

pagiii sayangggggg...

[Alvarez] 07:01

morning sayangggg... 

[Naura]

kamu lagi apa sayang?. 

[Alvarez]

*foto.

Alvarez mengirimkan foto. jepretan iseng senyum lebarnya pada naura. sekedar memulai pagi yang indah bersama sang kekasih.

'aku lagi senyumin bidadari' ketik Alvarez sembari senyum kecil.

[naura]

ya ampun sayanggg, masih pagi lohhh. kamu nih udah bikin terbang aja ya. aku belum sarapan tau. 

AM I YOUR ALI || TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang