15. Galau

36 2 0
                                        

Kini semuanya sudah kembali ke dalam party room, ini sudah hampir tengah malam, suara musik pun makin terdengar besar. Para pria saat ini sedang karoke sementara yang lain sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Arsyafa masih betah di meja bar, mengobrol bersama galio. tampak dari kejauhan, aldery menatap mereka dengan tatapan tajam penuh kecemburuan. ingin bertindak, tapi tidak bisa karena tidak ingin membahayakan wanitanya itu.

Sementara keduanya itu masih asik mengobrol.

"ini udah hampir jam 11, kamu mau pulang?" - galio.

"ngga, itu masih asik banget kayaknya" - arsyafa.

'"tapi mata kamu keliatan udah ngantuk itu, kamu yakin masih mau stay" - galio.

"iya yakin ka" ujar arsyafa sambil menggangguk kecil.

lanjut mengobrol, lalu tiba-tiba saja rambut panjang arsyafa tersangkut di pengait kalung yang ia pakai.

"ya ampun, nyangkut segala. ka bisa minta tolong?" pinta arsyafa.

tanpa basa-basi galio langsung menolong arsyafa, galio memajukan kepalanya ke samping leher arsyafa, dan sekarang mereka terlihat seperti sedang berpelukan.

adegan tersebut ternyata disakikan khaivan, khaivan langsung mengode teman-temannya yang lain.

"ekhem, diam-diam banget ah. awas jangan sampe lehernya ada tanda ya" - khaivan.

yang mendengarkan perkataan khaivan langsung tertawa lepas, tapi tidak dengan aldery, dia sudah membara sedari tadi.

mendengar itu, galio langsung segera menyelesaikan aktivitasnya dan menjauhkan kepalanya lagi, lalu dia mengambil snack yang ada di meja dan melemparkannya ke khaivan.

"jangan fitnah yang aneh-aneh deh lo, gue cuma bantuin dia elah" - galio.

"ka, aku pusing, kayaknya mau pulang aja deh" bisik arsyafa pada galio.

"yaudah ayo" - galio.

galio bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk dipegang arsyafa. arsyafa meraih uluran tangan galio, dan bangun dari duduknya.

"gue sama arsya pulang duluan ya, arsya nya udah puyeng" - galio.

"puyeng? wah lo kasih apaan gal? bau-bau nya .... jangan lupa pengaman bro. jangan lupa rekam juga, mayan kan nambah koleksi gue" - khaivan.

"gila! lo ngga waras sumpah khai. jangan didengerin, cya. dia emang udah ngga waras, belum jadi pasien aku" - galio.

tawa semua orang pun pecah, galio mengambil barang-barang sementara arsyafa menunggu sejeknak lalu mereka melanjutkan langkahnya, lalu tiba-tiba terdengar suara gelas yang pecah, dan ternyata itu adalah ulah aldery, ia melemparinya ke lantai.

"lo pada bisa diam ngga sih?! gue puyeng, galau ini" - aldery.

"lo kenapa sih, al? galau mulu, nih wine banyak" - zyan.

"kayaknya wine doang ngga bakal ngobatin ini mah" - camella.

"lo terlalu bucin, al. ngga waras gue liat" - kazlya.

"oh, pasti karena cewe itu" - Namira.

"siapa?" - camella.

"itu loh, syafa" - Namira.

Saat menyebut arsyafa, namira sedikit meninggikan suaranya hingga membuat langkah arsyafa terhenti seketika.

"pelakor! cewe ngga tau diri. dulu sih iya pacar al, sekarang? jelas-jelas dia tau Al udah beristri, masih aja bertahan" - Namira.

Sakit arsyafa sakit mendengar ucapan namira, ia memejamkan matanya sejenak, tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit dan amarah. galio yang melihat itu, langsung menutup telinga arsyafa dan menuntunnya jalan keluar.

To Be Continued

Ketidakpastian Takdir [On Going] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang