Drama Queen vs Goddess of Drama

1.5K 143 83
                                        

Shera menatap tak suka dengan kehadiran Rian yang sedang bercengkrama dengan kedua orang tuanya di ruang makan.

Dia mendudukkan diri, tanpa menyapa lelaki itu. Shera memenuhi piringnya lalu makan dengan tenang.

"Shera... Yang sopan, Nak..." Ucap Mamanya. Dia mencebik sembari meletakkan sendoknya.

"Udah di lanjut aja gapapa kok... Aku nungguin..." Jawab Rian, menatap ke arah Shera dengan muka innocent-nya itu.

Shera memaki lirih.

Sok ramah lu!

"Kamu gak sekalian makan, Nak Rian?" Tanya Mama Shera. Mengabaikan Shera yang melanjutkan makannya dalam diam.

"Sudah tadi di rumah, Tante..." Jawab Rian ramah.

"Ya udah... Tapi nanti bekalnya di bawa ya..." Ucap Mama Shera lagi.

"Siap Tante..." Jawab Rian sembari memberi jempol diikuti senyum lebarnya.

Lalu Rian mengekor Papa Shera yang sedang mengenalkan beberapa koleksi tanamannya yang di dapat dari koleganya.

Rian menanggapi dengan excited, mengingat dirinya juga menyukai hal-hal sejenis itu.

"Kalau suka ambil aja..." Ucap Papa Shera, saat menangkap Rian yang tampak tertarik dengan tanaman Monstera Variegata.

"Takut gak bisa ngerawatnya, Om!" Jawab Rian ragu. Dia memang menyukainya, namun selama ini belum pernah terpikir untuk menjadikan salah satu tanaman hias di taman Mamanya.

"Halah, gampang! Ini juga yang ngerawat Shera semua! Ntar kalau udah jadi istri... Biar Shera yang rawat..." Ujar Papa Shera sembari menggoda calon menantunya. Rian hanya menggaruk kepalanya-kikuk.

"Berangkat, Pah..." Beruntung Shera datang tepat waktu. Dia menyalami Papanya.

"Udah?" Tanya Rian lembut. Shera menatap malas.

"Nih! Bekal dari Mama buat loe..." Ucap Shera mengangsurkan bekal dari Mamanya.

"Loe bawain dulu... Ntar kasih gue kalau udah di kampus..."

"Ck. Nyusahin loe!" Kesal Shera mengikuti Rian masuk ke dalam mobilnya.

****

Loe dimana? Bekalnya kebawa gue!

Shera mengirimkan pesan kepada Rian, pasalnya tadi dia buru-buru masuk kelas. Akibat Rian yang sibuk membelikan kekasihnya cemilan di Indo-April menjadikan dirinya sampai kampus dengan waktu yang sangat mepet.

Basecamp.. Buruan sini! Tapi ketemu di belakang gedung aja.. Gue males kalau loe berurusan sama Pras...

Sembari memaki lelaki itu, Shera buru-buru menemui Rian.  Dia tak ingin melewatkan  janji makan siang bersama teman-temannya di kantin.

"Nih! Awas aja loe donasiin ke cewek loe! Gua santet juga loe!" Ancam Shera sembari meletakkan bekal di atas tangan Rian.

Lelaki itu menarik sudut bibirnya mendengar makian Shera.

Bukannya takut karena ternyata ketahuan Shera. Tapi Rian ingin menertawakan wajah kesal Shera yang akhir-akhir ini memenuhi  hidupnya.

"Udah... Sono buruan pergi! Ntar loe pake ketemu Pras lagi!" Usir Rian sembari matanya awas takut tertangkap basah oleh teman-temannya.

WEDDING IMPOSSIBLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang