Happy Reading..
"Bun.. Bara mohon bun.. Bara gak mau dijodohin sama Leora," Pinta Bara pada Hera. Saat ini, Bara, Hera dan Niko- ayah Bara sedang berada diruang keluarga.
"Udahlah Bar. Gak malu apa udah besar mohon-mohon gitu kaya anak kecil," Kekeh Niko ketika melihat anak sulungnya itu.
Bara menoleh menatap ayahnya dengan sinis, "Udah deh. Ayah ga diajak!" Ketus Bara lalu beralih menatap Hera, "Ayolah Bunda.. Bunda yang cantik, kalem dan penyayang.. Jangan ya bun? Bara udah punya pacar bun..," Bujuk Bara namun lagi dan lagi hanyalah gelengan yang Bara dapat.
Lelah, Bara akhirnya menyerah dan memutuskan untuk nongkrong.
"Ah, kayaknya bunda ga nurutin. Yaudah bun, Bara pamit mau ngumpul."
Hera mengangguk. Pasti Bara akan berkumpul lalu bercerita dengan para sahabatnya. Begitulah Bara kalau sedang ada masalah.
Bara mengendarai motornya dengan cepat. Ia telah menghubungi para sahabatnya untuk berkumpul disalah satu cafe yang menjadi tempat mengumpulnya seperti biasa.
~__Elbara__~
"Eh, tumben Mahen gak ikut ngumpul?" Tanya Ilan memecahkan keheningan. Mereka saling menatap, ada yang kurang tampaknya. Siapa lagi kalau bukan Mahen? Sipaling penengah diantara mereka.
Dean menghela nafas, "Mahen lagi galau. Baru putus sama Leora," Jawab Dean seadanya karna dia juga kurang tahu.
Mereka yang ada disana kecuali Bara dan Dean membelalakkan matanya.
"APAA!" Teriak mereka tak percaya.
"Masasih? Bukannya kemarin lagi baik-baik aja?" Sean. Arseano Salga Nafranza. Sipaling pemalas diantara mereka. Namun ia pintar walau masih pintaran Bara.
"Gue juga gak tahu, yang pasti mereka putus. Itu aja yang gue tahu," Lagi dan lagi Dean menghela nafas. Kenapa sahabatnya itu mau saja berpacaran dengan Leora yang terkenal sering membully Silvi, pacar dari Bara.
Bara menghela nafas pelan. Bagaimana reaksi mereka jika mereka tahu bahwa Mahen dan Leora putus karena Leora dijodohkan dengan Bara?
"Gue dijodohin sama Leora," Ucap Bara membuat hening menjadi ricuh. Walau wajah Bara datar, dalam hatinya menyumpah serapahi apa yang baru saja keluar dari mulutnya.
"HAH? Demi iler Sean dimeja pak Supri. Ini beneran?" Ilan kaget setengah hidup kala mendengar penuturan Bara. Seperti diguncang gempa bumi yang dahsyat, yang lain juga ikut heboh.
"Jadi Mahen putus sama Leora karna lo dan Leora dijodohin?" Sean mencoba mengambil kesimpulan dari penuturan Bara.
"Kok bisa?" Tanya Indra yang baru sampai. Ia memang agak terlambat. Gelengan dikepala Bara membuat mereka seakan-akan kena serangan jantung. Oh ayolah, Ratu bullyng dan musuhnya dijodohkan? Diluar ekspektasi.
"Terus lo bakal putus sama Silvi?" Tanya Ilan lagi dan lagi.
Bara menggeleng membuat mereka menghela nafas pasrah. Terlalu rumit kisah ini bahkan lebih rumit daripada permainan kesukaan Sean yaitu rubik.
"Gue ga pernah setuju sama perjodohan itu. Apalagi gue dijodohin sama Leora! Orang yang sering bully Silvi!" Ucap Bara dengan nada rendah membuat mereka yang ada disana panas dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
LeoBara
Storie breviBagaimana ketika kamu dijodohkan dengan orang yang paling membencimu. Hidup dengan suami yang akan selalu menekanmu? Dan dia akan selalu membela musuhmu bahkan berselingkuh secara terang-terangan didepanmu? Itu yang dialami oleh Leora. Leora memang...
