I think you're the one who don't fully trust me
Questioning me...
When I only don't want you to get lost in the maze of silent thoughts
—
Erica melangkah kian masuk ke dalam hutan.
Meski tarikan kakinya yang kali ini berganti dari alas kaki sederhana menjadi boots hitam sebetis yang kontras dengan kimono manis merah muda dalam balutan long coat maroon terasa berat dan waswas oleh licin putih salju yang menyelimuti jalan yang ia tapaki. Erica menguatkan langkah yakin dan seolah penuh tekadnya. Mengingat tetap harus hati-hati sebab ia tidak hanya membawa diri sendiri. Tubuhnya yang menghalau dingin mengeratkan long coat maroon, seumpama merah darah yang terlalu mencolok menetes di tebalnya putih sejauh mata memandang. Wajahnya putih memucat, merah menyuar di kedua pipinya kala bibirnya ikut terlihat kontras. Tatapan Erica antara datar dan serius, terfokus lurus ke depan, bagai tidak terkecoh oleh kanan dan kiri, melewati pohon-pohon tinggi yang mengintipkan sinar dari tiap-tiap celah dahan menjulang, dari tujuannya.
Di balik ketenangannya hingga rambutnya yang masih tergulung rapi dengan sematan giok bunga tak terayun sedikit pun, tirai rambutnya tetap membingkai sempurna wajahnya, dagunya tidak sama sekali diturunkan, hanya Erica yang tahu seberapa kuat ritme debaran jantungnya. Diiringi patrian ingatan goresan sketsa sederhana yang sebenarnya memiliki arti mendalam, bersama rangkai tulisan indah di jurnal mendiang Mama.
The way you move inside me feels strong, so Mama needs to make sure that I'm strong enough to support you as you want to witness a world full of extraordinary things. May your eagerness never fade, even when life turns upside down. Remember that you're strong—strong even before you were born. And you can achieve everything you want, with belief and faithfulness.
Like your name, Erica, fear isn't your enemy.
Try everything, and be brave.
And always forgive yourself whenever things don't go as planned.
For that you need to love yourself enough first—before loving others.
And remember, you will always have me by your side, through every step you take in life.
You will never be alone.
—Angelina Huang
Kalau empat tahun lalu Erica menerjang hujan lebat untuk menaiki perbukitan makam nan lapang hingga kuyup, kini hujan salju dengan undakan pegunungan membuat pakaiannya basah dan lembab. Kondisi yang tak jauh beda, hanya Erica tahu kali ini ia memiliki tekad.
Tidak ada keterseokan.
Dream of the Red Chamber tersimpan di dalam summer bag yang Erica pakai pada pelayarannya bersama Ren empat tahun lalu dari London ke lautan mediterania hingga selatan prancis sebagai pemberhentian paling lama mereka berdua. Di genggaman kokoh pria itu terdapat The Art of War, di saat yang sama Erica mengingat No Longer Human. Bukankah penampilan Ren selayaknya ia keluar dari kemilaunya The Great Gatsby, seumpama The Picture of Dorian Gray?
Senyum berwibawa yang ditampilkan.
Waktu berselang dalam fana kebersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nouveau Départ ✓
RomanceShe was a saint camellia before a sinful rose. She was a calm water before a burning fire. Ren Takahara bisa memiliki seluruh isi dunia di genggaman tangan, tetapi tidak dengan seorang wanita yang bersinggungan takdir secara tidak sengaja bersamanya...
