He whispers, "Nouveau Dèpart." She shivers.
—
Magelang - Yogyakarta, Mei 2024
Batu-batu paras Jogja membimbing jalan-jalan setapak, sampai melewati gerbang pahatan batu serupa di sisi kanan dan kiri jalan, seumpama melewati labirin spiritualis, sebagai penghubung jiwa ke puncak nirwana akan proyeksi stupa candi batuan hitam agung. Di kejauhan, bingkai jendela menampakkan siluet kemegahan peninggalan mataram kuno akan penghormatan tahapan kehidupan manusia yang dianut dalam Buddha. Candi Borobudur oleh Dinasti Syailendra amat gagah. Aroma-aroma tanah basah, dan tumbuhan khas lokal melayang di udara, bersama bunga melati, di antara pohon kamboja dan beringin berusia lebih dari seperempat abad. Pohon kelapa seolah gapura di posisi atas anakan tangga. Dikepung kabut yang turun dari puncak perbukitan menoreh. Persawahan dan hijaunya lapang berundak yang ditata sedemikian rupa di antara pilar-pilar tinggi khas jawa terlihat dramatis dari segala arah. Hening dan sunyi. Ekslusifitas keanggunan spiritual terasa secluded. Hanya tertangkap samarnya melodi alam akan air dan gemerisik tumbuhan, cicitan burung yang berbisik di kedalaman tebing hijau di balik kabut awan, semakin mendamaikan.
Beaded mules ala peranakan dengan dasar warna burgundy yang tersematkan giok-giok kecil putih susu terayun bersama sapuan ujung celana putih tulang berbahan lace dengan siluet wastra tenun ikat Flores yang jatuh menumpuk di atasnya. Menghasilkan kesan elegan saat langkah terpacu pada kelembutan limestone lokal. Dipadu atasan kemeja blouse aksen kebesaran berbahan brokat timbul yang dimasukkan pada celana berwarna sama dengan kemeja, dan dihubungkan secara asimetris oleh tenun ikat serupa warna burgundy mules-nya. Kartu menu berada di tangan Erica yang tengah memastikan sekali lagi ketepatan daftar signature dish untuk acara besok hari. Dari mulai makanan pembuka, hingga hidangan penutup. Memadukan budaya Indonesia, Tionghoa, dan Internasional—Erica menyelipkan unsur budaya suaminya juga, yang saat ini tidak berada di sisinya.
Acara pertengahan tahun yayasannya dilakukan dengan tujuan menghormati pencapaian yayasan sampai di paruh waktu, selain selalu dilakukan di tanggal yang sama dengan kelahiran Kai. Seperti tujuan awalnya membangun yayasan untuk berterima kasih atas keadaan dan kehidupan yang berangsur membaik—atas kehadiran anaknya. Tahun ini seperti tahun sebelum-sebelumnya yang sejalan dengan tujuan yayasannya, juga dilakukan di tempat-tempat bernilai budaya di Indonesia. Amanjiwo yang berada di pelukan lembah hijau bukit menoreh bersejarah panjang sejak zaman kolonial, menjadi pilihan acara pertengahan tahun ini yang bertema In the Midst Pristine of Cultural Heritage.
Cinderamata khas pengrajin-pengrajin seni lokal nusantara yang bekerja sama dengan penghuni-penghuni yayasannya, dari anak-anak dan para lansia telah siap untuk dibagikan di tiap-tiap meja tamu undangan yang diperhatikan sedemikian rupa pengaturannya dengan masing-masing sematan nama pada dluwang—kertas jawa kuno—yang dibentuk segitiga, dengan emboss stupa kecil dan bunga camellia, alih-alih peony, menggunakan tulisan sambung anggun berwarna coklat gelap lembut, di atas tatakan kayu jati yang dikelilingi vas bunga ubud dan lilin-lilin ramping berwadah marmer crema marfil yang serasi dengan dekorasi kultural aman.
"Saya beneran cuma reservasi area dalem jiwo untuk acara, dan kamar suite sesuai banyaknya tamu undangan, Bu..." Ayana di sebelah Erica yang turut mengikuti, memasang wajah bingung dan bersalah.
Tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta menggunakan aman train dilanjutkan ke Magelang dengan private transfer yang diatur oleh personal host selama mereka di Amanjiwo. Kereta khusus membawa Erica dan para tamu yang berangkat bersama sebagai bagian rangkaian acara berbudaya, meski naik pesawat dari Jakarta akan lebih cepat. Sambutan dari pihak aman manapun selalu hangat. Pakaian khas jawa dengan wastra dan kebaya, senyum ramah bagaikan abdi dalem, menuntun perbincangan kecil, dan pengenalan mengenai bangunan berbudaya ini, selama mereka memasuki area dalam. "Amanjiwo berasal dari kata aman, damai, dan jiwo, yang berartikan jiwa. Pembangunan Amanjiwo ditujukkan untuk mendapatkan kedamaian jiwa selama proses pengistirahatan yang terasa dekat dengan nilai spiritual."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nouveau Départ ✓
RomanceShe was a saint camellia before a sinful rose. She was a calm water before a burning fire. Ren Takahara bisa memiliki seluruh isi dunia di genggaman tangan, tetapi tidak dengan seorang wanita yang bersinggungan takdir secara tidak sengaja bersamanya...
