Chapter 40

9.1K 480 366
                                        

Every adult was once a child

"Do you really want to divorce your husband?"

Bukan kali pertama Erica mendapat pertanyaan serupa. Akhir-akhir ini. Kali ini dari Hera, yang duduk di sebelahnya pada tree bench yang mengelilingi pohon sakura yang tengah bermekaran di seantero Jepang. Disneyland Tokyo tidak pernah tidak ramai. Jadi Erica mewajarkan antrian mengular yang mereka hadapi bahkan saat memiliki premier access sekalipun. Dari Kawaguchiko beralih ke Tokyo—Erica hanya melewati depan rumah yang pernah ia tempati bersama suami dan anaknya di area Shirokanedai—masih menjadi salah satu tempat persinggahan mereka jika berada di Tokyo. Meski Erica rasa suaminya akan lebih memilih kondo pria itu yang manapun untuk ditempatinya saat bertugas di Tokyo, alih-alih sendirian di rumah mereka.

Bukan Erica yang merencanakan bermalam di Tokyo Disney Resort bertema Toy Story—saat keluarga kecil saudarinya tetap memilih Tokyo Disneyland Hotel, sebab Izy ingin tempat tidur tuan putri—tapi Jevan, yang menjanjikan mengajak anaknya bermain di Tokyo Disney Resort, berlanjut ke Universal Studio Osaka, sampai anaknya tidak berhenti membicarakan uncle-uncle di Mario Bros, sebab Papa-nya ikut mengungkit Tuan Putri Peach saat memuji Izy—Bumblebee yang anaknya suka, belum tentu sedang ada di Universal Studio Osaka dan pasti Kai setidaknya akan merengek karena ingin bertemu dengannya—paling tidak anaknya yang saat ini memakai kostum Andy dari Toy Story terlihat kegirangan sejak sampai di hotel yang semua patung kartun ia temui sapa menggunakan bahasa Jepang yang lebih fasih anaknya yang berkewarganegaraan Jepang dari papanya, dibanding mamanya—Erica tidak paham energi anaknya datang dari mana—dan kali ini juga—Erica menggigit lembut sisa mochi Kai yang berbentuk alien hijau dari Toy Story, merasakan kali ini stroberi yang lumer di mulutnya.

Mengambil tisu basah untuk mengelap tangan dari penyimpanan di stroller hitam travel-friendly Silver Cross di sampingnya yang ia bawa sendiri alih-alih sewa. Berjaga-jaga di setiap keadaan. "Mama!" Senyum Erica menyambut sapaan girang anaknya yang berbalik badan sambil mengangkat topi koboi yang dibawakan Papa-nya. Tapi bukan Papa anaknya yang sedang bersama anaknya di depan sana, hendak menuju wahana permainan lain.

Erica memberi tatapan singkat di balik kacamata hitam ovalnya kepada Jevan.

Keponakannya, Izy, "Mami! Mami!" Yang memakai gaun lavender Rapunzel dari Tangled, bersama rambut palsu pirang sepunggung yang dikepang dan disematkan bunga warna-warni di rambut palsunya, ditemani Papi anak perempuan itu. Biarkan keempat manusia kelebihan energi itu yang melanjutkan permainan—ketambahan yang sebenarnya tanpa ajakan—asisten pribadi suaminya, Genta—Erica tidak memusingkan pandangan menyelidiknya, sejak teman pria itu telah pergi melanjutkan ekspedisinya—bersama asisten pribadinya, Ayana, dan suster anaknya. Hera hanya bersama suami dan anaknya. Erica seolah-olah membawa pasukan—kemana-mana.

"I was so ready to divorce my husband," Menanggalkan sweater, menyisakan knit top lengan pendek warna putih dengan detail trim biru dongker di kerah dan pinggir lengan sebab hari kian terik. Kakinya dilapisi celana panjang lebar nyaman untuk masa kehamilan, sampai atas pinggang warna navy. Masih tidak memakai cincin nikah karena menghormati waktu percobaan perceraian bersama suaminya. Gelang giok pale powder biru bersama diamond tennis braceletsesederhana earrings dan pendant, juga Calatrava kulit coklat yang ia pakai—Erica merasa sangat penting untuk terus membumi terutama untuk mendukung keselamatan ekspedisi suaminya saat ini. Pengaturan napasnya cukup zen. Punggungnya lurus. Anaknya yang telah memiliki tinggi sampai 100 cm lebih di usia akan empat tahun pada bulan Mei nanti, sudah melanjutkan langkah cerianya menuju atraksi Splash Mountain, yang sudah Erica siapkan ponco transparan untuk melindungi pakaiannya dari tragedi basah total. Erica memilih hanya menunggu di area Critter Country sebab dalam kondisi kehamilan terlalu berisiko ikut menaiki atraksi tersebut—menaiki gajah terbang lebih cocok untuknya saat ini. Tadi menemani anaknya kala melewati area Fantasyland dan Kai langsung meneriaki 'Hugo! Hugo! Hugo!' meski nama gajah tersebut adalah Dumbo, sambil melambai-lambaikan boneka anak gajahnya yang ia bawa-bawa setelah protesannya tidak bisa membawa boneka anak gajah tersebut ke pernikahan Uncle Bian dan Auntie Briana.

Nouveau Départ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang