To our yearning, cloaked in sorrow
—
Act II.II: Jakarta, 2019
"It's impossible you did not consider that your actions could cause such a bedlam."
Rahang Ren mengeras dan tangannya mengepal kencang. Pandangannya tertuju pada pohon lebat, tennessee tree, yang bagai salah tempat mengambil banyak lahan di japanese garden kediaman semi tradisional keturunan samurai. Sudah melakonkan peran calon tunangan dalam undangan makan malam. Ren menyanjung agenda upacara minum teh akan datang, selain pertunjukkan ikebana. Kalender lunar-solar—tradisional Tiongkok menyatakan bahwa musim akan memasuki gugur. Tapi, atas tugas dari keluarganya akan calon tunangannya yang perlu cepat mengembalikan kemurnian dengan kembali ke Jepang. Ajakan musim dingin tak terelakkan. Hal yang sempat Ren tawarkan pada Briana? Berkeliling Narai? Menyusuri Arashiyama dan memandangi gunung fuji yang tertutupi salju dari Kanagawa. Sake dan anggur merah telah mengambil alih dirinya. Ren tahu apa yang ia bayangkan saat merunutkan hal-hal tersebut, sambil menatap calon tunangannya, sehingga senyum mengembang tanpa permisi.
Fujisan no mine.
Seperti puncak pegunungan Alpen.
Erica akan nampak memukau, dan diskusi acak mereka bisa sangat memantik debarannya saat berjalan-jalan dan menyaksikan keindahan bersama. Bajingan sekali, Ren bisa memikirkan wanita lain saat bersama calon tunangannya.
"Tell me, Genta," tanggapan Ren. Maniknya yang jarang tajam meneliti, tennessee tree di sana memang elok; daunnya beberapa menguning, jatuh melambai ke tanah; dan seolah sebagai pusat perhatian atas kemegahan dahan dan batangnya, tapi sepi. Ren bisa merasakan. "Have the leaves already begun their fall in Tokyo?"
Sorrow selalu bisa menyelimuti musim gugur.
"Ada apa dengan pertanyaan Anda?" balasan Genta terdengar ditekan, jengah. "Kita sedang membicarakan seorang wanita tidak seharusnya mengandung anakmu." Ditekan."Tidak pernah terjadi hal seperti itu selama ini. Sebut saja perjalananmu yang mana dan bersinggungan dengan seorang wanita menakjubkan? Melbourne? Qatar? Taipei? New York? Copenhagen? Aku bisa membuat list-nya jika diperlukan—sungguh Ren, di mana fokus dan pengendalianmu yang tidak pernah teralihkan?" Genta melanjutkan malas. "Belum ada daun yang berubah warna. Masih lembab suhu di sini."
Ren belum menjawab. Ada ketukan pelan dalam diamnya, dengan pandangan lurus, seolah tengah membuat perhitungan; hanya dia yang paham. Apa Ren terlalu hanyut pada suasana syahdu yang dibentuk jalinan tubuhnya dan Erica yang berdekatan, didukung pemandangan sekeliling?
Pemandangan manapun sebelumnya tidak pernah membelokan niat Ren yang teguh.
"You fall deeply."
Tudingan Genta menembak.
Ren menarik napas, menghembuskannya perlahan. Terlalu tenang melakukannya.
"Like I said, under any circumstances it is impossible that you did not consider your actions. You deliberately arranged it because you fell for the woman you just met out of the blue—and that's very unlike you," Perkataan Genta menekan. "Or you're just too fit to have broken the protection, which has only a 30% possibility."
Apa Ren membawa proteksi saat pelayaran lanjutannya bersama Erica? Siapa yang mengira mereka—dirinya saja tidak Erica—terlalu sinting melakukan penyatuan di atas badan kapal kala hari masih terang-benderang? Silau sangat mengelilingi keduanya. Bukan hanya pemandangan selatan prancis, Erica lebih melenakkan dengan tatapan malu-malu yang disembunyikan dan seberapa manis paras wanita itu yang authentic. Tubuhnya yang ranum di dekapan hati-hati Ren. Ren seharusnya bisa langsung menyiapkan proteksi apapun sesaat mereka mendarat. Ren yang berpengalaman, bukan Erica yang lugu. Tapi? Seharusnya tidak pernah terlewat. Meski proteksi apapun juga bisa melesat. Ren malah kian terlena, menuntun Erica seolah memang sedang menghabiskan waktu bersama. Seharusnya Ren tidak lupa pantangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nouveau Départ ✓
Roman d'amourShe was a saint camellia before a sinful rose. She was a calm water before a burning fire. Ren Takahara bisa memiliki seluruh isi dunia di genggaman tangan, tetapi tidak dengan seorang wanita yang bersinggungan takdir secara tidak sengaja bersamanya...
