Nouveau Dèpart
—
What a glorious humankind ever made just by looking from his powerful back.
But from the way he looks gracefully at the sight of the Landscape of Four Seasons, I feel like I can picture how longing it is... what understanding does he get? What does he interpret? Yes, life is cycling like the Landscape of Four Seasons. What is his favorite season if he has one? Moving to the Spring Excursion, does he like spring the most?
I like spring. I love how the flower's scent illuminates the thin air...
Mama died when spring was coming, and I was born when spring started to bloom.
What about his story?
He was wrapped in a bespoke suit I think may be from vicuña, or from other fabric which is hard to pronounce, as it is the most rare and heritage in the world.
The way he moves, how his hair is formed and looks like a silk touch. His soft side profile couldn't decline his majestic aura when a thin smile is forming—I can feel his sadness, I can understand his sorrow.
A sense of understanding and this strange feeling is lingering, like I've known him forever.
When surely we are not.
That sounds impossible.
I don't even know how he looks from the front.
Therefore, this heartbeat feels deeply wrong.
—EN, August 4 2019
Dingin seharusnya tidak ia rasakan saat masih berada di kawasan gurun. Tapi lorong bawah tanah yang mengarah pada salah satu kompleks pemakaman hewan suci wujud dewa Ptah mesir kuno di Saqqara—Serapeum—menghasilkan aura tidak masuk akal kala dinding-dinding ikut berdengung oleh perkataan tak jelas, seumpama bisikan-bisikan para roh yang diberi mantra kehidupan.
Tidak ada salahnya mengunjungi tempat-tempat yang pernah ia datangi, termasuk segala misteri yang ada di Saqqara. Sempat menyaksikan sesaat berjibaku musim penggalian yang akan segera berakhir. Para tim arkeolog menempati beberapa titik berbeda saking banyaknya misteri yang bisa dipecahkan.
Kesunyian berdenting kala penjelajahan kian jauh, langkah semakin masuk, di sepanjang sarkofagus berukuran besar ditata di tiap bagian kamar makam banteng Apis. Menghentikan langkah barang sejenak di salah satu lorong, Ren memperhatikan rambatan keelokan tulisan hieroglif yang tak pernah ia mengerti pada dinding sarkofagus. Mencoba memahami, setidaknya ukiran sakralnya. Bau khas familiar yang menyentuh indera penciumannya sejak memasuki area makam hewan suci ini kembali menggelitik. Jika ini adalah mastaba atau kompleks piramida, bukan serapeum, inskripsi dalam hieroglif pada sarkofagus menjelaskan siapa yang bermukim di sarkofagus tersebut. Seorang raja yang dihormati di eranya akan dimakamkan tersembunyi di bawah piramida. Dengan para pekerja pemerintahan dikubur mengelilingi piramidanya. Doa yang disematkan di sarkofagus untuk mengantarkan roh yang dimumifikasi ke dunia bawah, berkaitan erat dengan dewa kematian dan tokoh-tokoh spiritual. Segala lambang memuliakan diukir sebagai jimat jiwa. Sedang sarkofagus banteng Apis setidaknya hanya disematkan ritual yang telah dilakukan dan pendeta yang melakukan ritualnya.
Cahaya kuning lembut menerangi belokan gelap hitam keabuan lorong, menyatu bersama dinding batuan emas putih gurun kala Ren melanjutkan langkah.
Untuk ekspedisi lanjutan, di luar rencana yang dikatakan—kali ini, Ren sendiri.
Tidak ada lagi pemandu profesional yang istrinya carikan untuk menemani ekspedisi badainya di tiap-tiap tempat berbeda, dengan seperangkat tim penyelamat luar biasa yang Ren patrikan setelah ia selalu bisa dibebaskan dari jurang kesesatan. Istrinya tidak bersamanya secara raga, tapi banyak bentuk yang menyatakan keberadaan istrinya di sekelilingnya. Membuatnya meratap saat menyadari istrinya sungguh-sungguh dengan tindakannya yang sempat Ren katakan tidak wajar—mengapa Erica nampak begitu khawatir dengannya saat wanita yang seharusnya membencinya itu tidak perlu melakukan demikian? Perhatian-perhatian istrinya. Perhatian formalitas seorang istri pada suami adalah hal biasa, pun jika perhatian yang ditunjukkan Erica hanya sebatas karena mereka rekan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nouveau Départ ✓
RomanceShe was a saint camellia before a sinful rose. She was a calm water before a burning fire. Ren Takahara bisa memiliki seluruh isi dunia di genggaman tangan, tetapi tidak dengan seorang wanita yang bersinggungan takdir secara tidak sengaja bersamanya...
