"Dibalik malam yang tenang
Ada hati yang rumpang"
_Revan Zefano Radinka_
_HUJAN BERCERITA_
HAPPY READING🥀
.
.
.
.
.
.
Revan pov
Gelapnya malam menyimpan sejuta ketenangan bagi orang yang dasarnya sedang baik baik saja, tapi tidak dengan laki laki yang sedang berdiri di balkon kamar sambil memejamkan mata
Hembusan angin menerpa wajahnya
Membuat rambut Revan menari nari mengikuti hembusan angin tersebut, bagi Revan tak ada bedanya antara siang dan malam karna yang Revan lihat hanyalah kegelapan setiap harinya
Bagi Revan setiap malam itu sama tapi tidak dengan malam ini, entah lah Revan merasa malam ini berbeda dengan malam malam sebelumnya, Revan merasa ada sedikit kehangatan didalam hatinya, karna memang sepuluh tahun ini Revan hidup, hanyalah hidup, tapi tidak ada kehidupan didalam hatinya
Tapi malam ini Revan merasa ada secercah harapan bagi hatinya, Harapan? Bolehkah Revan menyebutnya begitu? entah lah Revan tak mau berlebihan, Revan sadar akan dirinya, tapi bolehkah harapan itu ada walau sedikit?
Sekelebat bayangan ingatan tentang tadi pagi melintas begitu saja dalam pikiran Revan, tentang seorang gadis yang menghampirinya, serta reflek memeluknya, dan mengajak Revan ke tokonya menggunakan motor yang gadis itu kendarai, membuat dia tersenyum tanpa sadar, Revan tak mengerti mengapa dia memikirkan gadis itu
Malam ini Revan juga tak perlu mendengarkan ocehan papa nya yang selalu membentak nya setiap hari, bukan membentak saja kadang sampai bermain tangan padanya, Revan tak paham ada apa dengan papa nya, papa nya berubah semenjak mama nya meninggalkan nya, karna papa Revan hari ini keluar kota untuk urusan bisnis
Rasa kantuk pun mulai menyerang Revan tanpa sadar, Revan menguap beberapa kali, lalu Revan pun mengayunkan tongkatnya untuk berjalan ke tempat tidur sambil meraba raba sekitarnya, Revan berharap semoga malam ini dia tidur dengan tenang
Karna memang setiap malam Revan tak bisa tidur dengan tenang, Revan sudah mencoba nya tapi tetap saja bayangkan demi bayangan kejadian delapan tahun yang lalu itu selalu muncul kembali, Revan memimpikan nya hampir setiap hari, Revan pun mulai memejamkan mata dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.
Ditempat lain
Di rumah nayra tepatnya di kamar nayra yang kini sedang berisik akan suara laptop yang sejak tadi menayangkan drakor favorit nya, nayra itu seperti cewek pada umumnya yang suka dengan apa saja yang berbau korea
Seperti saat ini ia sedang berteriak teriak karna adegan favorit nya tak jadi, mengomel ngomel pada laptop nya hingga adiknya terganggu akan suaranya
"KAK BISA GAK SIH GAK USAH TERIAK TERIAK!!"
Teriak Shafa dari kamarnya
Tapi setelah beberapa menit tak ada perubahan dari kamar nayra, nayra masih sama teriak teriak gak jelas, Mengganggunya saja 'ihh kakak.. gue lagi telponan juga' batinya kesal
"Emmm Riko sebentar ya aku mau ke kamar kakak ku dulu dah" ucap Shafa yang terpaksa mematikan telpon nya
Kakaknya ini sangat menyebalkan mengganggu telpon dari crush nya saja
Lalu Shafa berjalan ke kamar nayra, dengan perasaan kesalnya dan kaki yang di hentak hentakkan
Dan mendobrak pintu kamar kakaknya itu
BRAK
Nayra pun terlonjak kaget
"Apaan sih dek ganggu aja" dengan nada kesalnya,
Lalu kembali menatap ke arah laptopnya
"iiihh Kakak yang apaan ganggu aku telponan aja, suara kakak itu ganggu tau gak?, kalau nonton, ya nonton aja gak usah teriak teriak bisa gak?" dengan marahnya
Shafa lalu melemparkan selimut yang ada disana kepada nayra, nayra pun terkejut
"Dihh kok marah" ucap nayra meledek shafa
"Kak aku lagi telponan, kakak jangan ganggu" dengan nada merengek, karna kapan lagi dia dapet kesempatan bisa telponan dengan crush nya itu, tapi sang kakak yang sangat menyebalkan itu malah mengganggunya
Tiba tiba sang mama datang
"Kenapa sih kok ribut ribut?" Sambil menghampiri anak anak nya
"Tau tuh mah shafa dateng langsung marah marah" sahut nayra
"Kak nay mah teriak teriak gak jelas, masa nonton drakor harus teriak teriak ganggu shafa aja" mengadu ke mama nya
"Udah, Udah malem kalian tidur aja" lerai mamanya
"Shafa kamu kembali ke kamar, dan kamu nayra jangan nonton drakor lagi udah malem, mama pusing dengerin kalian ribut ribut" ucap sang mama yang tak mau ambil pusing
"Iya mah" sahut keduanya
Setelah itu shafa pun kembali ke kamarnya, lalu nayra menutup pintunya setelah sang mama dan adiknya keluar
"Punya anak gadis dua kerjaannya ribut mulu" geleng geleng kepala setelah meninggalkan kamar nayra.
Di kamar nayra
Setelah Nayra menutup laptopnya, dia pun merebahkan dirinya ke kasur
Namun nayra masih belum tidur, dia sedang menatap langit langit kamarnya, nayra sedang memikirkan kejadian tadi pagi, nayra bertanya tanya 'kenapa kak revan ya?' batinnya, nayra pun tersenyum tanpa sadar, saat mengingat dia yang reflek memeluk revan
"Iya kenapa gue tadi reflek meluk ya?, aduh Jadi malu sendiri kan gue" ucap nayra sambil mengusap wajahnya
Nayra pun kembali bangun lalu berjalan ke arah jendela sambil menatap suasana malam yang mulai sunyi
"Kenapa kok gue jadi kepikiran ya? Apa gue peduli? atau cuman kasian?, peduli sama kasian kan beda tipis, tau ah bikin pusing aja" ucap nayra sambil menatap bulan yang indah
"gue mau tidur aja" ucap nayra akhirnya setelah cukup bosan memandang langit yang kini sedikit lebih cerah saat malam hari
Lalu nayra berjalan ke arah kasur, dia pun merebahkan dirinya lagi dan menarik selimutnya, beberapa menit kemudian dia sudah memasuki alam bawah sadarnya.
_HUJAN BERCERITA_
_TERIMA KASIH_
Maaf kalau masih banyak typo
Author hanyalah manusia biasa yang
Tak luput dari salah dan dosa hehe..
Ig author: @ndfnisya
JUMPA LAGI
See you again
Bay bay 👋
Kamis 30 Mei 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN BERCERITA
Random⚠️VOTE DULU SEBELUM BACA!!!⚠️ Hujan bukan rintik yang menenangkan tapi deras yang menyakitkan, Revan masih bisa melihatnya walau dengan penglihatan yang sedikit buram, kilatan petir yang menerangi wajah ibunya sejenak, wajah yang penuh ketegasan sek...
