Part 10 : Pembahasan

241 11 2
                                        

"Apakah masih ada yang tersisa dari harapan itu? Ketahuilah berpura pura baik baik saja itu melelahkan"

_Revan Zefano Radinka_

_HUJAN BERCERITA_

HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.

Malam yang temaram, langit sungguh sunyi, tak ada satu bintang pun yang menghiasi, yang ada hanya mendung yang menutupi, membuat setetes demi setetes air mulai membasahi.

Hujan di malam hari, membuat seorang laki laki yang sedang duduk menyendiri itu mulai merasa gelisah, dia adalah Revan, Revan sedang memikirkan setiap ucapan papanya 'siapa yang mau bersamanya dengan suka rela?' Memang benar kan?' Pikirnya.

Dan tentang perjodohan itu revan tak tau, Revan hanya kasihan terhadap gadis yang dijodohkan padanya, gadis itu hanya sebagai tebusan dan harus hidup bersamanya yang menyusahkan.

Revan juga memikirkan gadis yang akhir akhir ini sudah mengusik hatinya, gadis yang memayungi dirinya, dan mengajak untuk berteduh, tapi kembali lagi seperti perkataan papanya 'semua gadis akan berpikir dua kali untuk hidup bersamanya' apakah Revan sudah tak punya harapan untuk hatinya?

Keringat dingin sudah mulai membasahi dahi Revan, revan mengepalkan tangannya sambil mengatur nafasnya, dia tak mau trauma itu datang sekarang, dia sudah sangat lelah

Revan pun mengayunkan tongkatnya, melangkah dengan hati hati menuruni tangga untuk ke dapur mengambil air, tapi sialnya papanya berada disana

"Bagaimana dengan perjodohan itu?" Tanya papa Revan

"Kalau Revan menolak, apa papa tetap akan menjodohkan Revan?"

"Iya papa akan tetap menjodohkan mu"

"Terus kenapa papa masih bertanya? Terserah papa" ucap Revan meninggalkan papa nya, tanpa menunggu jawaban dari sang papa, Revan sudah lelah dengan pembahasan ini.

Ditempat lain
Di rumah nayra semuanya sedang duduk menikmati makanan yang telah siap tersaji di meja makan, dengan suara hujan yang menjadi pelengkapnya

"Nay papa mau ngomong" ucap papa Nayra tiba tiba

"Apa pah?" Tanya nayra

"Papa mau menjodohkan kamu dengan anak temen papa"

'uhuk..' nayra tersedak mendengarnya, nayra langsung meminum air yang diberikan mamanya

"Kenapa?" Tanya nayra dengan nada datar

"Nay, perusahaan papa terlibat hutang sama dia, dan dia ingin menjodohkan anaknya dengan kamu" jelasnya dengan hati hati

"Nayra gak mau"

"Nay, papa gak bisa menjual saham perusahaan, karna itu akan sangat merugikan perusahaan, nayra tolong mengerti papa ya?" Menatap anaknya itu

"Nayra mau ke atas" langsung meninggalkan meja makan dan dengan cepat berlari menaiki tangga.

Sementara di meja makan

"Kenapa papa gak bilang dulu sama mama kalau mau ngebahas itu sekarang?" Ucap mama nayra sedikit kesal kepada suaminya

"Maafin papa mah, papa terlalu terburu buru" sesal papa nayra

"Yaudah biar mama aja nanti yang bilang sama nayra" ucap mama nayra

"Mah, pah shafa ke kamar dulu" pamit shafa

Sedangkan dikamar nayra
Nayra sedang memikirkan perjodohan yang papanya katakan, dengan air mata yang sudah menetes dari kedua matanya

HUJAN BERCERITA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang