"Saya tidak pernah menduga sebelumnya, bahwa pertemuan singkat yang telah digariskan oleh takdir, membuat saya mengingatmu dalam waktu yang lama"
_Revan Zefano Radinka_
...
"Kita dipertemukan dalam ketidaksengajaan bukan?, padahal itulah arti sengaja yang sesungguhnya"
_Nayra Agatha Khanza_
_HUJAN BERCERITA_
HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.
Disebuah halte
Terdapat gadis yang masih berdiri sembari menunggu hujan berhenti, gadis itu menatap ke arah sepatunya yang terlihat sedikit basah karna cipratan air hujan.
"iihh kapan sih hujannya berhenti" ucap gadis itu menggerutu sembari berjalan kesana kemari sambil menatap air hujan
Tiba tiba
"ARGGHHH"
Sayup sayup dia mendengar ada suara teriakan yang berasal dari taman yang tak jauh dari sana,
Sebenarnya suara itu tertahan oleh derasnya hujan namun Nayra masih bisa mendengarnya.
Nayra yang pada dasarnya memang kepo dia mengeluarkan payung dari jok motornya
Lalu dia pun mulai berjalan ke arah taman itu dengan perlahan karna memang jalanan disana yang terlihat licin, nayra pun tak mau jatuh dan dilihat orang orang 'Sangat memalukan' pikir nayra.
Dari kejauhan nayra melihat seorang laki laki yang duduk dikursi taman sendirian sambil memegang kepalanya dibawah derasnya hujan
"Kenapa dia" batin nayra bertanya tanya, lalu nayra pun berjalan menghampiri laki laki itu
Setelah nayra sampai dihadapannya, laki laki itu belum menyadari kehadiran nayra, nayra pun mulai menyentuh pundak laki laki itu
Tapi laki laki itu menyentak tangan nayra dengan kasar
Nayra pun terkejut dan terdiam, nayra melihat ada tongkat disana "apa dia tidak bisa melihat?" Batin nayra bertanya, nayra pun memayungi laki laki itu "untung payungnya gak kecil kecil amat" ucap nayra dalam hati
Lalu nayra kembali menyentuh pundak laki laki itu yang sedikit bergetar seraya berkata "Kak" laki laki itu pun terdiam "kenapa kakak disini?" Ucap nayra
Sebenarnya Nayra tidak ingin ikut campur urusan orang lain, tapi Nayra sedikit khawatir dengan laki-laki itu, karena Nayra melihat di sekitarnya tidak ada orang lain selain dia, mau tidak mau Nayra menghampirinya.
Namun orang di depannya ini tidak kunjung menjawabnya
Pov Revan
Di saat Revan sedang menahan rasa sakit di kepalanya, tiba tiba ada yang menyentuh pundaknya, Revan pun reflek menyentak tangan itu, Revan kira itu hanyalah bodyguard papa nya yang memaksanya untuk kembali ke kantor,
"Kak"
Suara itu bukan suara bodyguard papa nya, tapi suara seorang gadis yang terasa asing 'siapa dia?' batin revan bertanya
"kenapa kakak disini?" Ucap gadis itu
Revan masih diam tak mau menjawab
KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN BERCERITA
Aléatoire⚠️VOTE DULU SEBELUM BACA!!!⚠️ Hujan bukan rintik yang menenangkan tapi deras yang menyakitkan, Revan masih bisa melihatnya walau dengan penglihatan yang sedikit buram, kilatan petir yang menerangi wajah ibunya sejenak, wajah yang penuh ketegasan sek...
