"Terima kasih telah hadir dan menghidupkan kembali warna yang telah lama mati, bertemu denganmu adalah sebuah keberuntungan bagi saya yang sangat saya syukuri, kamu adalah bentuk bahagia yang tidak bisa saya deskripsikan, wanita yang selalu punya caranya sendiri untuk membuat saya merasa jauh lebih dihargai."
_Revan Zefano Radinka_
...
_HUJAN BERCERITA_
HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.
Terlihat saat ini semua orang sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam, suara denting sendok dan garpu beradu mengisi heningnya ruangan itu.
"Besok Revan akan bekerja di kantor papa" ucap pak hadi tiba tiba
Yuli yang mendengar itu menatap tajam Nayra 'pasti gara gara wanita itu' batin yuli geram, yuli tak mau jika nanti posisi kevin anaknya itu akan bergeser.
"Kevin bagaimana pekerjaan kamu?" Tanya pak hadi
"Baik pah, kevin juga sudah mendapat kepercayaan dari perusahaan pak ahmad, kata papa dia klien kita yang sangat berpengaruh di perusahaan kan?" Ucap kevin membanggakan diri
"Begus!!" Ucap pak hadi
"Revan!! kamu juga harus belajar dari kevin, dia baru satu minggu sudah mendapat kepercayaan dari perusahaan pak ahmad" ucap Pak Hadi membandingkan
Kevin yang mendengar itu tersenyum sinis
Revan tidak menjawab, Revan hanya melanjutkan makannya.
"Revan!! Kamu denger gak??" Ucap yuli sedikit meninggikan suaranya
"Bukan urusan anda" ucap Revan dingin
"REVAN!! Jaga ucapan kamu..!! Dia mama kamu sekarang!!" ucap pak Hadi membentak
"Dia istri anda, bukan mama saya!!" ucap Revan dengan menekan semua kalimatnya
"REVAN!!" Bentak pak hadi
Nayra yang melihat Revan sedang menahan amarahnya segera memegang tangan Revan yang berada di bawah meja lalu mengelusnya pelan.
"Mas kita ke atas ya" bisik Nayra pada Revan
Revan mengangguk, lalu Revan pun berdiri yang diikuti oleh Nayra
"Maaf ya Papa, mama mertua, kita udah ngantuk nih, kita ke atas dulu ya" ucap Nayra sambil menggandeng tangan Revan
"HEH!! berani sekali kamu!!" Bentak yuli tidak terima
Tapi Nayra terus berjalan dan mengabaikan bentakan yuli, sudahlah Nayra tak peduli.
...
Di kamar
"Mas Revan gak papa?" Tanya Nayra khawatir sambil menyentuh tangan Revan
"Saya gak papa" ucap Revan tersenyum, karna tak mau istrinya itu selalu mengkhawatirkannya
Tiba-tiba ingatan Revan kembali mengingat tentang mimpi tadi malam, di mana Nayra yang meninggalkannya, Naira yang berjalan menjauhinya, perasaan takut itu mulai menghantui Revan.
Tanpa sadar Revan mengeratkan tangannya pada Nayra, Revan tak mau Nayra meninggalkannya.
"Nay, bolehkah jika saya meminta hak saya malam ini?" Ucap Revan tiba-tiba sambil memegang erat tangan Nayra
Deg
Nayra yang mendengar itu menegang, jantung Nayra berdetak begitu cepat, 'apakah malam itu akan terjadi pada malam ini?' batin Nayra, tak bisa mengelak Nayra memang gugup mendengar permintaan Revan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN BERCERITA
Random⚠️VOTE DULU SEBELUM BACA!!!⚠️ Hujan bukan rintik yang menenangkan tapi deras yang menyakitkan, Revan masih bisa melihatnya walau dengan penglihatan yang sedikit buram, kilatan petir yang menerangi wajah ibunya sejenak, wajah yang penuh ketegasan sek...
