"ada yang menghindari hujan karena takut sakit, dan ada yang bermain hujan karena untuk menghilangkan rasa sakit, tapi bagi saya hujan adalah penenang yang menyakitkan."
_Revan Zefano Radinka_
...
"Sesuka apapun kamu dengan hujan berteduhlah Jika kondisi mu tidak memungkinkan, Hujan itu mengalirkan setiap kenangan bukan hanya genangan, aku menyukai hujan bukan karna hujan memiliki sejuta ketenangan, Tapi karna hujan aku bertemu denganmu"
_Nayra Agatha Khanza_
_HUJAN BERCERITA_
HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.
Langit gelap sudah mulai menyapa bumi, sehingga menciptakan setetes demi setetes air yang jatuh dengan perlahan, namun tak selang beberapa menit hujan itu pun semakin deras sehingga menggambarkan bahwa cuaca di pagi hari ini tidak cukup baik, lebih tepatnya di kota Jakarta yang padat akan kemacetan, sepertinya cuaca di pagi hari ini cukup mendukung bagi siapa saja yang ingin bermalas-malasan.
Tapi tidak dengan gadis yang bernama Nayra yang terjebak akan derasnya hujan sampai temannya pun di toko berulang kali menelponnya sambil menggerutu
"Aduhh nayra kemana sihh lama banget deh, di luar hujan lagi, di telpon gak aktif bingung deh gue, masak gue harus jaga sendirian sihh" berdecak dengan sebalnya sambil terus memegang telponnya menunggu notifikasi dari Nayra
"Telpon lagi dehh" sambil terus menelpon nayra
"Nahh Akhirnya diangkat juga" ucapnya dengan tersenyum
"Hallo... Hallo nayra Lu lama banget dehh gue sendirian inii" ucapnya sambil berdecak sebal dan mengomeli nayra sahabatnya itu.
"Iya Iya ini gue lagi di jalan Risa, masak gue harus nerobos hujan sihh basah basahan dong nanti gue ke tokonya" ucapnya dengan nada kesal karna sahabatnya ini tak henti hentinya menelpon sedari tadi
Dia Risa sahabat nayra, Risa Zafira Aulia sahabat nayra sedari mereka SMP, dia seumuran dengan nayra, Risa memang bekerja bersama nayra, sebenarnya dia bisa saja bekerja di perusahaan papahnya tapi Risa tidak mau, entah lah apa yang membuatnya tidak mau, dia lebih memilih bekerja bersama Nayra sahabatnya
"Tapi nay pesanan customer kemarin gimana gue bingung ini" sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal sama sekali
"Aduhh Risa bisa gak lu yang handle dulu, sekarang gue lagi urgent ini, hujannya deras banget" ucap nayra dengan kesal karna sahabat ini tak kunjung mengerti
"Yaudah deh iya, emang cukup deras sih hujannya lu hati-hati ya, karna gue sahabat yang baik jadi gapapa deh gue yang handle hari ini" sambil mengehela nafasnya
"Iya iya lu emang paling the best deh makasih ya" sambil menyengir dibalik telpon
"Elahh lu mah gitu kalau ada maunya aja muji muji yaudah gue tutup telponnya ya dah" ucap Risa
"Dah" ucap Nayra menutup teleponnya sambil menghela nafas gusar karna dia harus menunggu hujan yang yang entah sampai kapan akan berhenti.
Di tempat lain
Tepatnya di perusahaan pak Hadi yang kini sedang ada acara untuk merayakan keberhasilan atas kerja sama perusahaan pak Hadi dengan perusahaan besar lainnya.
Tapi tidak dengan laki laki yang saat ini berdiri dengan gusarnya, dia memegang kepalanya yang agak sedikit pusing karna kata kata para karyawan papa nya saat pertama kali melihatnya
"Ehh itu bener gak sih anaknya pak Hadi?"
"Gak tau, tapi kayaknya iya deh"
"Emang kenapa?"
"Yah gapapa, cuman sayang aja masih muda udah gak bisa liat"
"Shuttt gak boleh gitu itukan anak bos kita"
"Iya deh gue diem nihh"
Seperti itulah kira kira perkataan para karyawan papanya saat pertama kali melihat Revan datang ke perusahaan
Saat ini revan sedang ada di ruangan papanya dengan papanya yang masih selalu memaksanya
"Pah kepala Revan pusing Revan mau pulang" ucap revan yang tidak sabar ingin keluar
"Enggak kamu harus ikut papa ke ruang meeting" Mencekal tangan revan
"Revan mau pulang sekarang" menyentak tangan papanya dengan kasar
"REVAN KAMU SUDAH BERANI SAMA PAPAH?" dengan raut wajah yang memerah karena amarah
Revan hanya diam tak menjawab lalu dia dengan hati hati mengayunkan tongkatnya kesana kemari untuk menemukan pintu keluar.
"REVAN" teriak papanya
"YAUDAH KAMU SILAHKAN PULANG SENDIRI JANGAN PERNAH MINTA ANTAR SUPIR" dengan teganya papa revan menyuruhnya untuk pulang sendiri
Tapi revan terus berjalan keluar tanpa menghiraukan teriakan papanya
Sesampainya dibawah
Hujan masih turun dengan derasnya
Tapi Revan sudah tak peduli lagi dia langsung menerobos hujan itu sambil memegang kepalanya yang begitu sakit
Bayangan demi bayangan kejadian delapan tahun yang lalu terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak
Flashback
Di saat kecelakaan itu terjadi
Revan yang masih berumur 15 tahun itu harus menyaksikan mamanya yang telah berlumur darah dengan pengelihatan dia yang sudah mengabur
"Mah... mama bangun mah" dengan terus menangis sambil menggoyangkan tangan mamanya
"Pah mama gimana pah... Mama banyak darah pah " menggoyangkan tangan papa nya dengan lemah
Lalu Revan memegang kepalanya dan pengelihatan yang mengabur itu kini menggelap lalu Revan tak sadarkan diri.
Revan terus berjalan sampai di kursi taman dia duduk disana sambil memegang kepalanya yang begitu sakit dan berdenyut, Revan terus termenung dan meresapi rasa sakit dengan setiap air hujan yang turun
"ARGGHHH" teriak Revan yang tak tertahan diantara derasnya hujan
_HUJAN BERCERITA_
Maaf jika masih banyak typo
Author hanyalah manusia biasa yang
Tak luput dari salah dan dosa hehe..
Ig author : @ndfnisya
.
.
.
.
_TERIMA KASIH_
JUMPA LAGI
See you again
Bay bay 👋
Rabu 29 Mei 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN BERCERITA
De Todo⚠️VOTE DULU SEBELUM BACA!!!⚠️ Hujan bukan rintik yang menenangkan tapi deras yang menyakitkan, Revan masih bisa melihatnya walau dengan penglihatan yang sedikit buram, kilatan petir yang menerangi wajah ibunya sejenak, wajah yang penuh ketegasan sek...
