Part 25 : Keputusan

233 12 0
                                        

_HUJAN BERCERITA_

HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.

Sinar matahari sudah mulai mengusik tidur seorang wanita yang tangannya masih nyaman memeluk laki laki yang berada disampingnya.

Nayra mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke kamarnya, setelah beberapa detik Nayra melihat disampingnya terdapat laki laki yang masih nyaman dalam tidurnya.

Nayra menyentuh kening Revan untuk memastikan keadaan suaminya itu, setelah di rasa keadaan suaminya itu membaik, Nayra pun menghela nafas lega

Revan yang merasakan sentuhan lembut tangan istrinya itu membuka matanya namun yang Revan lihat tetaplah kegelapan.

"Eh.. Mas kok bangun" ucap Nayra hendak menurunkan tangannya

Tapi dengan cepat Revan menahannya dan meletakkan tangan Nayra di pipinya

"Mas Revan hari ini jangan ngajar dulu ya" pinta Nayra karna khawatir dengan keadaan Revan

"Saya sudah membaik sayang" jawab Revan lembut karna tak mau membuat istrinya itu khawatir

"Nay, saya akan bekerja di perusahaan papa" ucap Revan tiba tiba

Nayra yang mendengar itu terdiam

"Nayra?" Ucap Revan karna tak mendengar respon dari istrinya

"Apapun keputusan Mas Revan akan Nayra dukung" ucap Nayra tersenyum

"Mas Revan udah bilang ke papa?" Tanya Nayra

"Akan saya bilang nanti" jawab Revan

Nayra hanya mengangguk

Setelah mengatakan itu akhirnya Revan beranjak ke kamar mandi.

Setelah keduanya selesai melakukan ritual mandinya itu mereka pun turun untuk sarapan.

...

Selesai sarapan

"Mas Nayra berangkat dulu ya" ucap Nayra mencium tangan suaminya

"Naik motor?"

"Bareng Risa Mas, Risa udah nungguin di gang depan" ucap Nayra

Nayra memang menyuruh Risa untuk menjemputnya karna entah kenapa hari ini Nayra lagi males membawa motornya.

"Hati hati" ucap Revan

"Iya, Mas Revan juga nanti hati hati kalau berangkat" ucap Nayra

"Iyaa" ucap Revan sambil tersenyum

"Yaudah Nayra berangkat assalamualaikum"

"Wa'alaikumsalam" jawab Revan

Setelah istrinya itu pergi, Revan beranjak pergi menemui papanya, untung papanya itu masih berada di rumah

...

Di Ruang kerja

"Pah" sapa Revan

"Kenapa?" Jawab pak hadi

HUJAN BERCERITA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang