Part 7 : Terulang?

287 18 0
                                        

"Takdir memang memiliki caranya sendiri untuk mempertemukan kita dengan cara yang tidak terduga"

_Nayra Agatha Khanza_

...

"Dan tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan takdir itu sendiri "

_Revan Zefano Radinka_


_HUJAN BERCERITA_

HAPPY READING 🥀
.
.
.
.
.

Sore hari ini Jalanan Jakarta yang tampak macet menimbulkan kegelisahan bagi nayra, karna nayra mau tak mau harus mengantarkan bunga yang sudah di pesan oleh customer nya

"Aduh Kok macet ya? gimana nih" pusing nayra

"Lewat gang kecil aja deh"

Lalu nayra membelokkan motor nya memasuki gang kecil itu sambil mengucapkan kata 'semoga sampai tepat waktu' berulang kali

Tapi tiba tiba nayra melihat seorang laki laki berjalan seorang diri sambil memegang tongkatnya

"Loh itukan kak Revan dari mana dia?" Tanya nya pada diri sendiri

"Apa gue semperin aja ya? Tapi gue buru buru" bingung nayra antara mau menghampiri Revan atau lanjut mengantarkan pesanan

Niat hati ingin pdkt pada revan tapi sayang sekali waktu sedang tidak tepat

"Apa gue ajak aja kak Revan ngater bunga sekalian pdkt" pikir nayra tertawa

"Iya deh gue ajak aja kan sayang kalau dianggurin" ucapnya sambil tertawa

Nayra pun menghampiri revan dengan motornya

"Hai kak Revan kita ketemu lagi" dengan nada antusias nya

"Nayra?" Tebak Revan

"Tepat sekali, kak revan udah mulai kenal nih sama suara nayra" katanya sambil tertawa

"Saya hanya menebak" jawab revan

"Iya deh iya, Kak ikut nayra yuk" pinta nayra

"Saya mau pul..." Revan belum menyelesaikan kalimatnya tapi tangannya sudah terlebih dulu ditarik oleh nayra

"Ayo kak, nayra nanti telat nih, cepet naik" sambil mendorong tubuh revan agar naik ke motor

Akhirnya Revan pun naik ke atas motor nayra

"Kak nayra minta tolong pegangin" sambil memberikan bunga yang sedari nayra pegang lalu menjalankan motornya

"Apa ini?" Tanya Revan

"Itu bunga pesanan orang kak, nayra mau ngater itu" jelas nayra pada Revan

Nayra pun menambah kecepatan motornya karna memang dia sedang terburu buru

Revan yang berada di atas motor itu gelisah, keringat dingin mulai membasahi dahinya

"Pelan pelan" gumam revan dengan lirih sembari tangannya terkepal kuat

HUJAN BERCERITA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang